Dia mengatakan persetujuan itu lantaran ada kesepakatan tidak ada nama program baru dalam APBD Perubahan tahun 2018.
Sehingga, anggaran itu dimasukan ke pos anggaran penyelenggaraan Musrenbang.
“Yang kita setujui musrenbangnya itu. Saya bilang masukin ke musrenbang dong, soal teknis di musrenbang perlu ada pendampingan, urusan dia, bukan urusan DPRD, ngapain,” tuturnya dikutip dari pemberitaan Kompas.com pada 9 September 2018.
RK Janjikan Lagi Dana RW Rp 100-200 Juta
Selesai Anies menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, janji dana RW kembali digaungkan oleh cagub Ridwan Kamil.
Dia mengatakan dana RW itu bisa dilakukan berkaca dari pengalamannya sewaktu menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.
“Masa Bandung bisa, Jakarta enggak? Apa yang terjadi? RW-RW, warganya, ikut memikirkan, mendesain sendiri wilayahnya,” ujar RK pada Jumat (6/9/2024) saat acara deklarasi Selayang Pandang di kantor Bamus Betawi, Jatinegara, Jakarta Timur.
Menurutnya, permasalahan di lingkungan RW bisa cepat selesai jika ada anggaran cukup.
“Apa ngurusin selokan? Apa bikin gerbang? Apa bikin modal UMKM warga RW-nya? Silahkan. Jadi enggak semua urusan, perintilan-perintilan harus semua diputuskan balai kota,” tuturnya.
RK menyebut pemberian hingga realisasi anggaran dana RW bakal diawasi oleh orang kompeten.
Namun, untuk teknisnya, dia mengungkapkan bakal dibicarakan jika dirnya terpilih menjadi Gubernur Jakarta.
RK mengatakan dana RW ini perlu dipayungi sebuah peraturan dahulu sebelum diberikan, termasuk soal siapa yang mengawasi atau proses belanja di tingkat RW.
“Contoh, waktu di Bandung, izin ya. Saya kasih Rp 100 juta per RW. Saya bilang tahun pertama, beli motor triseda dulu buat RW-RW yang tidak punya motor kebersihan. Jadi bersih, Pak. Menang Adipura,” kata RK.
Lebih lanjut, RK meyakini, dengan adanya otonomi para RW ditambah dengan supervisi dari orang-orang terpilih dan berilmu, Jakarta akan mengalami perubahan yang luar biasa dalam lima tahun ke depan.
Terkait janji ini, Ketua Tim Pemenangan RK-Suswono, Ahmad Sahroni mengungkapkan dapat direalisasikan.
Sahroni beralasan, Pemprov Jakarta memiliki anggaran berlebih untuk penyaluran bantuan ke tiap RW di Jakarta.
“Jakarta punya duit banyak. Jadi, enggak masalah kalau kita kasih anggaran segitu untuk RW. Itu yang dijanjikan Pak RK, dan saya yakin bisa,” ujar Sahroni





























































































Beri Komentar