Luasnya spektrum kebhinnekaan tentu saja membutuhkan rekonstruksi dan rekonsiliasi. Namun, rekonsiliasi bukan dikonstruksi seenak nenek moyang penguasa.
Misalnya, bagaimana rezim Jokowi berusaha memaafkan korban politik 65, yang diasumsikan kaum komunis, namun saat bersamaan membenci ulama dan Islam? Bagaimana Megawati dengan bangga mengejek-ngejek Soeharto, “dia bapak pembangunan apaan?”
Untuk itu dibutuhkan suatu kajian serius yang melihat Persatuan Nasional dalam dinamika yang tinggi, karena perubahan zaman semakin cepat dan dinamis pula.
Kajian itu pertama menyangkut perbedaan cara pandang, seperti yang dialami Soekarno yang dituduhkan pengkhianat atas alasan ideologis. Kedua, menyangkut tipe kekuasaan.
Soeharto dianggap sebagai “penjahat” karena kepemimpinan dia yang diktator. Juga dia dan keluarganya dituduhkan koruptor. Nah, kajian ini perlu melihat mana yang masuk dalam kerangka rekonsiliasi dan apa yang mau direkomendasikan?
Ketiga, siapa yang mendapatkan otoritas untuk memimpin rekonsiliasi nasional ini? Apakah langkah Profesor Dasco menemui Imam Habib Rizieq, Jumhur, dan Syahganda Nainggolan baru-baru ini bukan bagian langkah rekonsiliasi ke depan?
Penutup
Langkah Bambang Soesatyo dkk di MPR “memaafkan” Soekarno perlu kita pikirkan dalam rangka rekonstruksi nasional. Bangsa ini memang begitu beragam, baik dari perspektif ideologi dan pemikiran, maupun tipe kepemimpinan. Namun, selama 10 tahun Jokowi, kejahatan atas perbedaan pikiran terlalu ganas.
Megawati sendiri, sebagai mentor Jokowi tidak pernah memikirkan pencabutan TAP MPR tentang Soekarno dan Soeharto, selama ini. Sekarang, setelah dilakukan pencabutan TAP MPRS 33/1967 tentang Soekarno, maka menjadi kotak Pandora bagi kekuatan dan kekuasaan kedepan melakukan upaya serius tentang persatuan nasional kita.
Yang penting Bambang Soesatyo dan kawannya di elite-elite nasional jangan cawe-cawe untuk kepentingan pribadi dalam rangka mencari jabatan pada kekuasaan Prabowo Subianto nanti.
(Penulis adalah Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle)































































































Beri Komentar