UPDATE

SEJARAH

Hari Sumpah Pemuda 2024: Sejarah Peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1948 dan Mengapa Kita Harus Memperingatinya

 

a. Rapat kedua dibuka oleh Djoko Marsaid Agenda Kongres Pemuda 2 hari kedua dibuka oleh wakil ketua, Djoko Marsaid, pada pukul 07.30 WIB. Inoe Martakoesoema menyampaikan pendapat Inoe Martakoesoema, salah satu tokoh penting dalam Sumpah Pemuda (Kongres Pemuda 2), juga turut menyumbang ide soal pendidikan anak. Pidato Soenario tentang kepanduan Dalam rapat ini Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Jabatan wakil ketua Kongres Pemuda 2 digantikan Pada rapat ketiga kedudukan R.M. Djoko Marsaid sebagai wakil ketua Kongres Pemuda Kedua digantikan oleh Soedjono Djoened Pusponegoro. Djoko Marsaid mengundurkan diri dari rapat karena ada perbedaan pendapat tentang fusi organisasi. Ia menyampaikan lagi tentang persatuan bangsa Indonesia dengan mengutip buku Ramayana dan Mahabharata. Pidato penutup Untuk mengakhiri agenda kongres pemuda ini, Soegondo menyampaikan pidato penutup sebelum hasil putusan kongres dibacakan.

Hasil Kongres Pemuda 2 Hasil dan putusan kongres itu kemudian dibacakan oleh ketua. Dikutip dari buku Sumpah pemuda: Latar Belakang Sejarah dan Pengaruhnya bagi Pergerakan Nasional (2008), hasil Kongres Pemuda 2 memutuskan bahwa kaum Pemuda Indonesia mengakui:

 

1. Menjunjung bahasa Indonesia. 

 

2. Bahasa Indonesia wajib dipakai dalam perkumpulan dan pergaulan anak Indonesia karena dalam kongres itu juga bisa dipakai buat mengeluarkan perasaan kebangsaan.

 

Setelah keputusan kongres dibacakan, para pemuda kemudian mengucapkan ikrar. Berikut ini isi Sumpah Pemuda yang dikenal sekarang: 

 

Pertama, kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Kedua, kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

 

Lantas, mengapa peristiwa Sumpah Pemuda mesti terus diperingati tiap tahunnya? Ini beberapa alasannya.

1. Mengingatkan sejarah perjuangan pemuda Indonesia 

 

2. Menanamkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa 

 

3. Mengajarkan cinta tanah air 

 

4. Memupuk kebanggaan terhadap Indonesia dan bahasanya 

 

5. Menyadarkan perbedaan sebagai keunikan, bukan sumber konflik 

 

6. Menjadikan inspirasi untuk membawa negeri ke arah yang lebih baik 

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.