UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALPALESTINA

Gawat, Pencaplokan Gaza Oleh Israel Sudah Dimulai

Dia menambahkan bahwa divisinya telah mengarahkan bantuan kemanusiaan dari “zona yang dibersihkan” di Gaza utara menuju selatan.  Pasukan Israel telah melarang masuknya makanan, air dan obat-obatan ke Gaza utara sejak mereka melancarkan serangan besar baru di wilayah tersebut – termasuk di Jabalia, Beit Lahia dan Beit Hanoun – pada awal Oktober.

Komite Peninjau Kelaparan (FRC) yang independen memperingatkan pada hari Sabtu bahwa ada “kemungkinan besar kelaparan akan segera terjadi di wilayah” di Gaza utara. Ketua UNRWA Philippe Lazzarini menuduh Israel mempersenjatai kelaparan terhadap penduduk Gaza, dan menegaskan bahwa kelaparan yang terjadi adalah “buatan manusia.”

Sedangkan Haaretz menyalahkan Netanyahu.“Penting untuk menyebutkan namanya,” tulis Haaretz. Mereka menyoroti bahwa pengusiran paksa penduduk Gaza utara dilakukan di bawah arahan komandannya, yang tunduk pada arahan kepemimpinan politik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan menteri pertahanannya.  “Ketimbang menyebutnya ‘Rencana Jenderal’, kita seharusnya penyebutnya ‘Perintah Netanyahu’,” tulis editorial tersebut.

Apa itu Rencana Jenderal?

Pembersihan etnis oleh Israel di Jalur Gaza kerap dijuluki “Rencana Jenderal”, yang juga dikenal sebagai Rencana Eiland. Sederhananya, usulan sekelompok tentara cadangan senior ini melibatkan pembersihan etnis di Jalur Gaza bagian utara; dan kemudian mengepung wilayah tersebut, termasuk menghentikan masuknya pasokan kemanusiaan, untuk membuat kelaparan semua orang yang tersisa, termasuk para pejuang Palestina.

Merujuk Middle East Eye, rencana tersebut dipublikasikan pada akhir September 2024 oleh Forum Komandan dan Prajurit Cadangan, sebuah LSM Israel yang mendefinisikan dirinya sebagai badan profesional dengan lebih dari 1.500 perwira militer.

Tokoh sentral di balik rencana tersebut adalah Giora Eiland, pensiunan jenderal cadangan, yang merupakan kepala divisi operasi dan perencanaan angkatan darat, dan kemudian mengepalai Dewan Keamanan Nasional. 

Eiland, yang terlibat dalam perang Arab-Israel tahun 1973, invasi ke Lebanon pada tahun 1982 dan Operasi Entebbe pada tahun 1976, dianggap berhaluan kiri-tengah di Israel. Pada tahun 2023, misalnya, ia mendukung tentara cadangan yang menolak melapor selama krisis reformasi peradilan Israel.  Selama perang saat ini, ia beberapa kali menjadi berita utama karena menyerukan tentara untuk mengambil tindakan yang merupakan kejahatan perang.

Dalam sebuah wawancara pada 29 Oktober 2023, hanya beberapa minggu setelah perang, Eiland mengatakan bahwa Israel perlu memberikan tekanan yang lebih kuat. “Fakta bahwa kita putus asa dalam menghadapi bantuan kemanusiaan ke Gaza adalah kesalahan serius… Gaza harus dihancurkan sepenuhnya: kekacauan yang mengerikan, krisis kemanusiaan yang parah, tangisan-tangisan ke surga…”

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.