Hizbullah menanggapi dengan mengatakan bahwa keputusan tentara Israel “hanya akan menyebabkan kekecewaan, dan panen yang tak terelakkan akan lebih banyak kerugian dan kegagalan; ‘Mujahidin kami sedang menunggu.’”
“Perlawanan telah mengambil semua langkah dalam rencana pertahanannya untuk memungkinkannya bertempur dalam pertempuran panjang untuk mencegah musuh mencapai tujuannya,” tambah gerakan perlawanan Hizbullah.
Kelemahan Iron Dome Terbaca
Meski dibantah, serangan dua kali dalam satu hari ke markas tentara Israel menjadi sorotan sejumlah pakar soal klaim besar ketangguhan sistem pertahanan Israel yang selama ini digadang sebagai yang terbaik.
Peneliti senior di Institut Studi Keamanan Nasional Israel (INSS) Orna Mizrahi mengatakan drone Hizbullah sulit terdeteksi karena ukurannya kecil, sangat ringan, dan tanda radar rendah.
Selain itu, serangan Hizbullah menunjukkan kegagalan Iron Dome dan kelemahan militer Israel.
Mizrahi juga mengatakan Iran dan sekutunya berusaha mengalahkan sistem pertahanan Israel yang terkenal canggih.
“Setiap kali kami menemukan solusi untuk sesuatu, mereka menemukan cara lain untuk menyerang,” ungkap Mizrahi, dikutip dari CNN.
Mirsad-1 Hizbullah bahkan lolos tanpa terdeteksi sistem peringatan Israel.
Bukan Kali Pertama
Drone Hizbullah yang menembus situs strategis Israel bukan kali pertama.
Pada Juni, Hizbullah merilis video hasil drone berdurasi 9 menit.
Rekaman ini menunjukkan lokasi sipil dan militer di kota terbesar Israel Haifa.
Drone itu juga tampaknya tak terdeteksi militer Israel.
Saat itu, IDF hanya menyatakan akan mempersiapkan dan menemukan solusi untuk menghadapi kemampuan ini.
Lalu pada Juli, pesawat tak berawak dari Houthi juga menembus Tel Aviv.
Tak ada sirine yang aktif saat serangan terjadi.
Serangan terbaru Hizbullah ke Israel juga menunjukkan kemampuan milisi ini usai pemimpin mereka Hassan Nasrallah dan tokoh penting lain tewas dalam operasi Israel.
Pakar keamanan internasional dari Universitas Ibrani Yerusalem, Daniel Sobelman, mengatakan serangan Hizbullah terbaru merupakan kebangkitan.
“Ini mengindikasikan mereka mendapat kembali keseimbangan strategis terhadap kontrol dan kepemimpinan,” kata Sobelman.
Hizbullah bahkan terus melakukan perlawanan dan masih mampu meluncurkan serangan roket dan drone meski Lebanon diinvasi.
“Hizbullah mampu melancarkan perang yang menguras tenaga, mengganggu kehidupan di sebagian besar wilayah Israel utara, dan memberikan dampak yang menyakitkan bagi pasukan Zionis,” ungkap Sobelman.
Di Lebanon, Israel padahal menyerang secara membabi buta.


















































































































Komentar Terbaru