Hasto kemudian bergeser ke Pilkada Boyolali di mana adik Devid Agus Yunanto yang bernama Agus Irawan, bertarung sebagai calon bupati. Devid adalah mantan ajudan Jokowi ketika Jokowi masih menjadi walikota Solo.
‘Kemudian di Boyolali ada adik dari saudara Devid yang sangat dekat dengan Pak Jokowi, kemudian di Jakarta, ini kan mulai terjadi suatu pengingkaran terhadap bentuk negara Republik (yang) mau diganti seperti sistem kerajaan dengan menempatkan para hulubalang keluarganya, kemudian mereka-mereka yang dianggap dekat mewakili kepentingan politiknya. Jadi, ini ancaman terhadap kedaulatan rakyat, ini tidak berhenti,” tegas Hasto.
Sekjen PDIP ini mengaku kalau saat mendapat informasi dari Connie bahwa dia akan dijadikan tersangka oleh KPK, dia sedang melakukan ‘pergerakan’ di Sumatera Utara bersama Todung Mulya Lubis, Ikrar Nusa Bhakti, dan tokoh-tokoh civil society.
“Dalam pesan itu (informasi akan dijadikan tersangka, red) sangat jelas; sebaiknya saya tidak usah turun ke Sumatera Utara untuk mempersoalkan Bobi Nasution. Jakarta dan Jawa Tengah semua sudah disetting, bahkan ditambah Jogja. Kemudian saya berimajinasi bukan hanya Jogja, (karena) Jokowi kan juga punya orang-orangnya di Jawa Timur,” katanya.
Hasto kemudian menyinggung soal Tri Rismaharini yang mencalonkan diri Pilkada Jatim. Ia menyebut, pencalonan Risma di Pilkada itu diganggu Jokowi.
“Kita lihat kepemimpinan Bu Risma hari ini yang sangat fenomenal dengan menutup (lokalisasi) Doli dan sebagainya, Itu pun mencoba dihambat dengan berbagai cara yang sangat luar biasa, dari mematikan jalur logistik hingga berbagai intimidasi-intimidasi yang ternyata masih dipraktikkan,” jelasnya.
Hasto untuk mengajak masyarakat untuk menghentikan Jokowi.
“Mari kita jadikan ini sebagai momentum untuk mengingatkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa ambisi kekuasaan yang menggunakan hukum, yang menggunakan kekuatan logistik yang luar biasa. Jadi, buat apa Pilkada kalau semuanya sudah dicoba untuk disetting, dibuat dengan cara-cara yang sepertinya demokratis, tetapi di dalamnya penuh dengan suatu skenario yang membungkam kedaulatan rakyat,” katanya.


















































































































Komentar Terbaru