UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

Modus Pengasuh Pesantren di Serang Lecehkan 3 Santri Perempuan: Minta Kopi, Pijat Hingga Pengobatan

SL mengaku dia akan dipaksa menikah dengan santri pria jika menolak menggugurkan kandungannya. 

Saat akan dipijat oleh dukun yang dipanggil oleh KH ke pondok, SL dipaksa meminum ragi, jamu dan nanas muda. “Sehabis minum itu saya panas dingin kayak mau mati, abis itu muntah-muntah,” kata SL.

Tapi SL malah dimarahi KH ketika tahu dia muntah-muntah. 

Janin yang dikandung SL akhirnya keluar lalu dibuang. Dia mengaku tidak tahu siapa yang diminta membuang janin itu.

“Saya gak tahu siapa,” kata SL. 

KH kemudian mengancam SL agar tidak menceritakan masalah tersebut pada siapapun. 

“Setelah menggugurkan itu saya gak boleh bilang siapa ya, kalau bilang-bilang katanya saya juga masuk polisi,” tutur SL sambil menangis. 

Warga yang mengetahui pelecehan seksual ini kemudian mendatangi pondok dan mengamuk dengan merusak aset pondok beramai-ramai.

Polisi datang ke lokasi meredakan amarah warga. KH sendiri kabur dan bersembunyi di plafon rumah warga.

KH sempat bersembunyi namun berhasil ditangkap personil gabungan Polres Serang dan Polsek Cikande dari atas plafon rumahnya atas kasus dugaan pencabulan terhadap santriwatinya.

Penangkapan KH dipimpin langsung oleh Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko setelah penggerudukan massa.

Tak hanya merusak seluruh kobong serta tempat pimpinan ponpes, massa juga membakar 2 gazebo yang berdiri di antara kobong.

Penangkapan KH (42), pengasuh pondok pesantren pelaku pencabulan terhadap santri di Cikande Serang, oleh petugas gabungan Polres Serang.

Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko membenarkan terjadinya peristiwa pengrusakan bangunan ponpes dan rumah KH oleh ratusan massa.

Kapolres juga membenarkan peristiwa pengrusakan dipicu dari dugaan pimpinan ponpes berinisial KH telah melakukan tindakan asusila kepada santriwatinya.

“Benar telah terjadi pengrusakan bangunan ponpes oleh sejumlah warga buntut dari peristiwa dugaan tindakan asusila yang dilakukan pimpinan ponpes,”ujar AKBP Condro Sasongko.

Kapolres mengatakan bahwa pimpinan ponpes berinisial KH telah berhasil diamankan saat bersembunyi di atas plafon rumah warga tidak jauh dari lokasi ponpes Bani Ma’mun Kobak.

“Pimpinan ponpes yang diduga melakukan tindakan asusila berhasil diamankan ketika bersembunyi di atas plafon rumah warga beberapa saat setelah peristiwa pengrusakan terjadi. Saat ini KH masih dalam pemeriksaan intensif di Mapolres Serang,” kata AKBP Condro Sasongko.

Warga Marah, Bakar Gazebo Santri

Kepala Desa Gembor Udik, Arsyad membenarkan terkait adanya kejadian perusakan aset pondok yang dikelola KH.

image_print
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.