BANDA ACEH – Polisi telah menetapkan tersangka terhadap I Wayan Agus Suartama (IWAS) alias Agus Buntung (21) atas dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah wanita di Nusa Tenggara Barat (NTB).Agus yang merupakan penyandang disabilitas tidak memiliki dua tangan itu dilaporkan oleh tiga orang mahasiswa perguruan tinggi negeri di Kota Mataram yang mengaku telah dilecehkan.
Kasubdit Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) IV Dit. Reskrimum Polda NTB, AKBP Ni Made Pujewati mengatakan pelaku Agus ditetapkan sebagai tersangka setelah mendapat dua alat bukti yang cukup, ditambah lagi dengan keterangan lima orang saksi yang memperkuat.
Lima saksi tersebut di antaranya seorang perempuan yakni teman korban berinisial AA, dan penjaga homestay berinisial IWK. Selanjutnya korban berinisial JBL, kemudian seorang perempuan yang nyaris menjadi korban berinisial LA, dan pria berinisial Y teman korban.
“Selain keterangan saksi ini, petugas dalam proses penanganan perkara juga melibatkan ahli psikologi dari Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi) untuk pemeriksaan mendalam baik terhadap pelapor maupun tersangka,” ujar Ni Made.
Buntut dari laporan itu, belakangan diketahui korban pelecehan Agus terus bertambah. Hingga kini sedikitnya ada 13 perempuan mengaku dilecehan oleh Agus Buntung, bahkan ada yang masih di bawah umur.
Kronologi
Salah satu korban berinisial M (23) mengaku telah dilecehkan Agus. Dirinya memberanikan diri untuk mengungkapkan apa yang pernah dialami saat dipaksa melampiaskan hasrat Agus Buntung di dalam kamar nomor 6, sebuah homestay di kawasan Mataram, 7 Oktober 2024 lalu.
Ungkapan itu disampaikan oleh pengacaranya, Andre Saputra yang mengatakan kliennya mendapat intimidasi dari Agus yang mengancam akan mengadukan masa lalu (kenakalan) korban ke orang tuanya.
“Pelaku bilang, ‘Kamu sudah terikat dengan saya jadi kamu tidak bisa kemana-mana. Saya sudah tahu asal usul masa lalumu, kalau kamu tidak mengikuti kemauan saya, saya akan memberitahu orang tuamu’. Korban merasa takut dan terintimidasi,” kata Andre.
Korban pun takut jika orang tuanya mengetahui masa lalunya maka akan kecewa dan membuat malu keluarga. Korban yang ketika itu masih bersama Agus, akhirnya menangis dan tak bisa berbuat apa-apa.
Selanjutnya Agus mengajak korban pergi ke homestay dengan dibonceng menggunakan sepeda motor korban. Sampai di lokasi, Agus juga meminta korban membayar sewa kamar untuk mereka.
Meski tak memiliki dua tangan namun Agus mahir menggunakan anggota tubuh lainnya, seperti mulut, gigi, serta kedua kakinya.



















































































































Komentar Terbaru