“Memang kronologis terjadi itulah dia merusak spanduk tolak relokasi itu sebanyak 14 biji, ketemu warga, dikejar warga,” ungkap Wadi dari Kelurahan Sembulang Hulu.
Spanduk-spanduk itu dipasang warga di sekitar area pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City sebagai bentuk penolakan atas diambilnya lahan milik masyarakat adat Rempang.
Menurut Wadi, belasan spanduk ukuran sedang dan besar habis terkoyak akibat dirusak oleh seorang oknum yang tak dikenal.
Warga yang melihat kejadian tersebut kemudian berusaha mengejar oknum perusak spanduk, namun pelaku berhasil melarikan diri ke wilayah hutan di sekitar lokasi.
Wadi menyebut, warga segera mengepung area hutan untuk menangkap pelaku dan membawanya ke posko. Warga pun meminta bantuan pihak kepolisian dari polsek setempat.
Pelaku berhasil ditangkap warga bersama aparat kepolisian di lokasi. Kemudian digelar perundingan bersama warga hingga tengah malam.
Selanjutnya, Wadi mengaku melihat dua mobil datang menjemput pelaku dan membawanya pergi. Namun hanya berkisar beberapa menit kemudian, rombongan pelaku penyerangan datang ke lokasi dengan mobil bak terbuka dan melakukan tindak kekerasan di posko warga.
“Yang banyak itu kelihatan datang pakai lori, entah berapa orang,” ujarnya.
Selain menyerang warga yang berada di area posko, kata Wadi, mereka juga merusak sejumlah kendaraan bermotor milik warga secara anarkis.
Penyerangan ini mengakibatkan sejumlah posko di wilayah Kelurahan Sembulang dan belasan kendaraan bermotor milik warga rusak. Selain itu, setidaknya terdapat tujuh warga luka berat dan satu orang luka ringan yang terkena imbas serangan senjata tajam serta pemukulan.
Secara terpisah, Kapolesta Barelang Kombes Pol Heribertus Ompusunggu mengonfirmasi mengenai penyerangan puluhan OTK terhadap warga Rempang itu.
Dia mengatakan penyerangan itu dipicu warga yang mengamankan salah satu orang yang hendak mengambil spanduk penolakan Tolak PSN Rempang Eco City.
“Kejadiannya [pencabutan spanduk] pada malam hari, pukul 11.30 [malam],” kata Heribertus kepada wartawan, Rabu petang.
Diduga para penyerang itu melakukan upaya balas dendam untuk rekannya yang diamankan warga.
Polisi memeriksa beberapa orang, termasuk warga. Selain itu, kata Heribertus, polisi meminta keterangan dari tenaga kesehatan terkait warga yang mengalami luka-luka.
“Kita dudukkan dulu permasalahannya, akan kita periksa satu – satu kita minta keterangan nanti dari kedokteran, visum yang terluka tersebut yang terkena sehingga kita kronologiskan dan kita gelar sehingga tidak simpang siur informasinya,” ujarnya.



















































































































Komentar Terbaru