UPDATE

NASIONAL

Polisi Beber Alasan Menetapkan Sopir Taksi jadi Tersangka di Kasus Brigadir Anton Tembak Mati Warga

Erlan menyebut, Haryono kemudian mengganti jok kulit bagian kiri depan di mobil yang mereka kendarai saat melakukan aksi pembunuhan.

“Kemudian mobil tersebut, saudara H mengambil atau memperbaiki lubang bekas proyektil, kemudian membuangnya, lalu menutup lubang (bekas) proyektil tersebut dengan stiker,” tutur dia.

Lalu, Brigadir Anton dan Haryono, kata Erlan, kemudian membagi tugas.

Brigadir Anton mencari orang untuk membawakan barang-barang.

“Kemudian saudara H untuk membersihkan barang bukti mobil tersebut,” ucap dia.

Haryono, kata Erlan, juga menerima uang sebesar Rp 15 juta dari Brigadir Anton yang ditransfer melalui istri Brigadir Anton berinisial J.

“Saudara H mengetahui bahwa uang tersebut adalah hasil penjualan dari mobil pikap tersebut, namun selang beberapa hari, saudara H mengembalikan uang tersebut sebesar Rp 11,5 juta,” ujar dia.

“Penyidik juga sudah melakukan penyelidikan terhadap laporan hilangnya pikap korban pada 29 November 2024,” tambahnya.

Setelah itu, pihaknya terus melakukan pengembangan penyidikan.

Hingga pada tanggal 6 Desember 2024, telah mendapatkan informasi terkait penemuan mayat.

Sampai mendapatkan fakta-fakta hukum atas kejadian tersebut.

“Penyidik juga sudah melakukan penyelidikan terhadap laporan hilangnya pikap korban pada 29 November 2024,” ujar Erlan.

Kemudian, imbuh Erlan, pada tanggal 10 Desember, Haryono mendatangi Polresta Palangka Raya dan memberikan kesaksian terkait peristiwa tersebut.

Pihaknya berterima kasih kepada Haryono yang telah memberikan informasi sehingga kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Brigadir Anton ini bisa terungkap.

“Hasil koordinasi penyidik dengan penasihat hukum saudara H, bahwa H akan mengajukan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) berkaitan dengan peran saudara H sebagai Justice Collaborator (JC),” ucap Erlan.

Erlan menuturkan, penyidik saat ini masih terus bekerja untuk melakukan proses penyidikan.

Terkait apakah Haryono di bawah ancaman, Erlan menyebut masih dalam pemeriksaan.

“Penyidik sekarang sedang maraton melakukan pemeriksaan terhadap H, terhadap saksi-saksi,” tuturnya.

Lalu, ditanya terkait motif pelaku melakukan kejahatan, Erlan menyebut bahwa hal itu masih dilakukan penyelidikan dan penyidikan.

“Masih dilakukan penyidikan, mohon bersabar rekan-rekan,” ucapnya.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.