UPDATE

NASIONAL

Polisi Beber Alasan Menetapkan Sopir Taksi jadi Tersangka di Kasus Brigadir Anton Tembak Mati Warga

BANDA ACEH –  Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) memberikan klarifikasi terhadap keterlibatan Haryono, seorang sopir taksi yang ikut terseret dalam kasus dugaan pembunuhan oleh Brigadir Anton Kurniawan Stiyanto.Kepala Bidang Humas Polda Kalteng, Kombes Erlan Munaji, mengatakan, Haryono dan Brigadir Anton sudah saling mengenal lebih dari satu bulan, sehingga keduanya bisa bertemu bukan terjadi secara kebetulan.

Dalam kejadian itu, keduanya bertemu pada 26 November 2024.

Kejadian pembunuhan itu terjadi sehari setelahnya, yakni 27 November.

“Dari hasil proses penyidikan terhadap saudara H, setelah dilakukan pemeriksaan, bahwa perannya yaitu, pertama, dia diajak saudara A untuk mencari mobil bodong, atau mobil yang tanpa memiliki surat-surat lengkap,” beber Erlan, kepada wartawan saat melangsungkan jumpa pers di Markas Polda Kalteng, Palangka Raya, Rabu (18/12/2024) petang.

Kemudian, pada saat Anton mengajak Haryono untuk berhenti di Km 38 (lokasi kejadian), Erlan menyatakan, bahwa Haryono lah yang memindahkan senjata api (senpi) dari posisi dasbor ke belakang kursi tengah.

“Kemudian, pada saat selesai melakukan kegiatan (pembunuhan), saudara H membantu membuang mayat di parit di kebun sawit,” kata Erlan.

Selanjutnya, ujar Erlan, Brigadir Anton dan Haryono bersama-sama membersihkan bekas darah yang ada di mobil Daihatsu Sigra yang dimiliki oleh Anton.

“Kemudian membersihkan dari genangan air yang berada di Palangka Raya dan Katingan, jadi posisinya ada genangan air di pinggir jalan, mereka berdua membersihkannya,” terangnya.

Usai membersihkan mobil dari bekas darah, lanjut Erlan, Haryono membuang karpet lantai yang berada di posisi duduk kursi depan sebelah kiri (tempat korban duduk) ke sungai antara Palangka Raya dan Katingan.

“Saudara H kemudian mengendarai mobil pikap secara beriringan bersama saudara A, setelah itu saudara H membantu membongkar muatan dari pikap dan memindahkannya ke tempat lain,” kata Erlan.

Kemudian, kata Erlan, Haryono selanjutnya melepas stiker yang ada di mobil pikap.

Lalu, Haryono mendampingi Brigadir Anton untuk bertemu dengan saksi berinisial P.

“Dia mencarikan mobil pikap lainnya untuk mengangkut barang-barang tersebut,” ucapnya.

Pada hari berikutnya, atau 28 Desember, ujar Erlan, Haryono membersihkan jejak mobil dengan membawanya ke pencucian mobil di Palangka Raya.

“Pada saat mencuci mobil, saudara H menyampaikan kepada petugas pencuci mobil bahwa mobil ini telah atau sudah membantu korban laka lantas di wilayah Jabiren, Pulang Pisau,” ujar dia.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.