3. Gerindra
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon turut menanggapi instruksi Megawati yang meminta kepala daerah menunda mengikuti pembekalan atau retret yang diselenggarakan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Kebudayaan RI itu mengatakan retret kepala daerah itu bukan program kepartaian.
“Program ini kan sebenarnya bukan program kepartaian, ini kan daerah-daerah itu kan gubernur, bupati, wali kota, ini kan dari hasil Pilkada yang latar belakangnya itu beragam,” ujar Fadli di Jakarta, Jumat (21/2/2025).
Menurut Fadli, program retret adalah program negara. Karena itu, Megawati harus membedakan kepala daerah yang terpilih menjadi gubernur, wali kota hingga bupati diusung dari beragam parpol.
“Para gubernur, bupati, atau wakil bupati atau wali kota atau wakil wali kota itu berasal dari partai politik manapun, tapi kalau terkait dengan negara loyalitasnya harus kepada loyalitas negara itu yang saya kira. Ada pepatah mengatakan my loyalty to my party ends, when my loyalty to my country begins,” jelasnya.
Karena itu, Fadli meminta kepala daerah yang diusung dari PDIP untuk memilih sendiri. Yakni, mereka memilih loyal kepada negara atau justru kepada partai politik.
“Jadi loyalitas kepada partai itu berakhir ketika loyalitas kepada negara itu dimulai. Nah itu, kita akan lihat mana yang negarawan, mana yang politisi,” jelasnya.
“Saya kira tidak ada lagi persoalan partai di situ. ini persoalan negara. Program ini adalah program yang sifatnya pemerintah dan negara. Saya kira itu pilihan, mau jadi negarawan atau mau jadi politisi. gitu aja,” tutupnya.
4. PSI Angkat Bicara
Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie mempertanyakan alasan Megawati melarang kepala daerah mengikuti retreat di Magelang.
Dia pun menegaskan bahwa kepala daerah seharusnya menjadi pelayan rakyat, bukan pelayan partai.
“Kepala daerah itu pelayan rakyat atau pelayan partai?” tanya Grace saat dikonfirmasi, Jumat (21/2/2025).
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman, meminta seluruh kader yang telah dilantik menjadi kepala daerah untuk tetap mengikuti retreat di Magelang dengan baik dan menjalankan tugas sebagai pelayan rakyat.
“Pertama, kami mengucapkan selamat kepada seluruh kader yang kemarin sudah dilantik. Kedua, kami meminta mereka mengikuti retreat di Magelang dengan sungguh-sungguh. Kami setuju dengan Presiden Prabowo, bahwa kepala daerah setelah dipilih secara demokratis oleh rakyat dan setelah dilantik wajib menjadi pelayan rakyat, bukan pelayan partai,” ucapnya.
Andy meyakini bahwa acara retreat tersebut sangat penting untuk menumbuhkan kekompakan, memberikan wawasan, dan menyamakan persepsi di antara kepala daerah.


















































































































Komentar Terbaru