BANDA ACEH – Pakar Korupsi Politik UGM, Nur Rachmat Yuliantoro menilai sulit penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memeriksa Thohir bersaudara, yakni Menteri BUMN Erick Thohir dan Garibaldi ‘Boy’ Thohir dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di PT Pertamina.”Tampaknya sulit bagi aparat hukum untuk memeriksa mereka karena ada invisible hands yang mencegah melebarnya kasus ke orang-orang tertentu, khususnya yang menjadi bagian dari kekuasaan,” ungkap Rachmat kepada Inilah.com saat dihubungi, dikutip Rabu (5/3/2025).
Ia menyebut Thohir bersaudara merupakan kalangan elite yang hanya mencari untung untuk dirinya sendiri. Terlebih lanjut Rachmat, Thohir bersaudara juga merupakan bagian dari rezim sebelumnya yang kental dengan buruknya pemberantasan korupsi.
“Thohir bersaudara adalah bagian dari elite yang saya sebut ‘mengakali peraturan untuk kepentingan mereka sendiri’. Mereka juga bagian dari rezim yang tengah berkuasa dan rezim sebelumnya, yang memiliki catatan buruk tentang pemberantasan korupsi,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar tak bisa memastikan soal apakah akan ada pemeriksaan terhadap Menteri BUMN Erick Thohir (Etho) dan saudaranya, Garibaldi “Boy” Thohir, yang disebut terlibat dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah di PT Pertamina.
Dia mengatakan, masih menunggu langkah dari tim penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung terkait kemungkinan pemanggilan Erick dan Boy untuk mengonfirmasi dugaan keterlibatan mereka dalam kasus ini. “Kita lihat bagaimana sikap penyidik,” ucapnya kepada Inilah.com, dikutip Selasa (4/3/2025).
Informasi yang didapat Inilah.com dari internal Kejagung, Boy diduga mengendalikan para pejabat Pertamina yang kini mendekam di tahanan. Diduga Boy mengatur melalui dua orang kepercayaannya, R Harry Zunardi alias AI dan Febri Prasetyadi Suparta alias James.
Dari penelusuran, R Haryy Zunardi alias AI merupakan sosok yang menggantikan Erick Thohir sebagai Komisaris Utama PT Mahaka Media Tbk (ABBA). Harry ditunjuk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 2019 atau saat Erick Thohir diangkat menjadi Menteri BUMN.
Melalui AI ini, Boy diduga mengatur enam pejabat Pertamina yang bertugas menangani masalah impor minyak. AI diduga ikut menangani masalah impor minyak bersama enam tersangka di kantor PT Jenggala Maritim.
Sementara terkait peran Febri Prasetyadi Suparta alias Mr James, sumber Inilah.com menyebutkan kalau James merupakan kepanjangan tangan Boy yang diduga mengatur segala aktifitas kegiatan hulu blok migas.


















































































































Komentar Terbaru