UPDATE

NASIONAL

Duel Polisi vs Satpam hingga Cacat di Lombok Tengah, Dipicu Tudingan Goda Istri Orang

Dalam perkelahian itu, LAD kalah. Ia menduga saat itu Aipda LS mengambil HP miliknya untuk menghilangkan barang bukti. 

Kedua pria yang diketahui tinggal di Desa Ketare, Kecamatan Pujut, itu mengalami luka serius akibat berkelahi menggunakan senjata tajam hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

LAD mengalami luka parah di kepala dan tangan, sedangkan Aipda LS mengalami luka robek pada kepala, pundak kanan, serta jari tangan kanan.

“Motifnya untuk menghilangkan barang bukti. Karena dia itu di dalam chat-nya itu berusaha menjelekkan saya kepada istri saya.”

“Meminta istri saya meninggalkan saya, mengajari cara istri saya meninggalkan saya, tapi dia (LS) pada malam kejadian tersebut tidak sadar bahwa dia sedang chat sama saya,” ucap LAD. 

Bagi LAD, apa yang telah dilakukan Aipda LS sangat melukai hatinya

Adapun baik LAD maupun Aipda LS kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

Bantah Ganggu Istri Orang

Sementara itu, Aipda LS yang dikonfirmasi mengatakan tuduhan yang disampaikan LAD  kepada dirinya semuanya tidak benar alias pernyataan palsu. 

Aipda LS menceritakan, dahulu sebenarnya LAD pernah melakukan aksi pencurian terhadap bule, tetapi berhasil tertembak aparat kepolisian. 

“Nah dikira saya yang nembak. Makanya saya kira dia menyerang saya itu karena dendam lama. Dia (LAD) inikan residivis.”

“Okelah kalau masalah penangkapan saya ikut, tapi kalau menembak dia endak pernah sama sekali,” ujar Aipda LS.

Menurut Aipda LS, LAD hanya membuat fitnah terhadap dirinya.

Aipda LS menegaskan dirinya sama sekali tidak pernah menggoda apalagi melakukan pelecehan kepada istri LAD.

“Itu tidak ada pernah saya ganggu apapun dalam bentuk apapun. Intinya begini saya bersumpah demi langit (Allah SWT), bahkan bersumpah meninggal dunia langsung anak-anak saya semuanya jika ada hubungan atau melecehkan istrinya,” terang Aipda LS. 

Aipda LS juga mengatakan dirinya hanya melakukan pembelaan diri saat berduel dengan LAD.

Sebab, jika tidak melakukan perlawanan, justru dirinya yang akan terbunuh sementara ia mempunyai istri dan empat orang anak. 

Aipda LS juga mengklarifikasi terhadap pernyataan LAD tentang dia yang datang secara jantan menghadapi dirinya seorang diri adalah tidak benar, karena sebenarnya LAD datang bersama tiga orang temannya. 

Sebenarnya pertemuan di depan Puskesmas Sengkol antara Aipda LS dengan LAD kala itu yakni dalam rangka menangkap bandar narkoba asal Mataram. 

Dijelaskan Aipda LS, LAD dalam hal ini berperan sebagai spionase atau informan yang melaporkan ada transaksi narkoba di depan Puskesmas Sengkol. 

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.