UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

ASN Bundir Picu Warga Bakar Polsek Kayangan, Ayah Korban: Anak Saya Depresi Dimintai 90 Juta

Seperti pemilik akun Destin Audy Maulidha, “Sabar aringkh anggap cobaakn Aran iku…spalhn arak hikmahn LMK” katanya menguatkan.

Kronologi Kejadian

Terkait kronologi dugaan pencurian, Nasruddin kepada wartawan menceritakan dengan secara detil. Pada hari itu, anaknya sepertinya tidak fokus, karena terburu-buru harus menjual es. 

Kebetulan ada HP yang mirip dengan HP milik Rizkil Watoni di bagian depan meja kasir, spontan ia memasukkan HP tersebut ke dalam tasnya. Almarhum mengira itu HP miliknya.

Baca juga: Warga Ngamuk dan Bakar Polsek Kayangan, Dipicu ASN Depresi hingga Akhiri Hidup usai Diperiksa Polisi

Beberapa saat kemudian, HP tersebut berdering dan diangkat olehnya, saat itulah dia baru sadar bahwa itu bukan HP miliknya. 

Melalui sambungan telpon itu, ia dan pemilik HP sepakat mengembalikan HP tersebut keesokan harinya. Beberapa saat setelah ia bertemu dengan pemilik dan langsung mengembalikan HP tersebut datanglah aparat kepolisian dan membawanya ke markas polisi.

“Seperti orang yang sedang menangkap (dalam) OTT,” ucap Nasruddin.

Lebih lanjut Nasruddin menceritakan, anaknya dibawa ke kantor Polsek Kayangan sampai malam. Akhirnya Rizkil Watoni dan pemilik HP membuat perjanjian damai setelah melalui proses mediasi. Mereka sepakat untuk berdamai, dengan menandatangani surat damai dan memberikan uang damai.

Nasruddin bercerita, anaknya sempat disuruh mengaku oleh oknum tersebut. Akhirnya muncul pernyataan dari anaknya, bahwa dia lebih baik mati atau dipenjara seumur hidup, daripada harus mengakui hal yang tidak dia lakukan.

“Seperti yang dia (Rizkil Watoni) katakan, dia lebih baik mati, dan benar ia meninggal,” tutur Nasruddin, terharu.

Warga Bakar Polsek

Warga Dusun Batu Jompang, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Lombok, bersama-sama datang mengamuk ke Polsek Kayangan sekitar pukul 20.00 WITA.

Video penyerangan markas polisi itu pun beredar di media sosial. Nampak warga yang marah mengamuk merusak kaca dan fasilitas kantor Polsek Kayangan.

Tak hanya itu, warga pun membakar kendaraan yang berada di lokasi.

Sementara itu, Kasubsi Humas Polres Lombok Utara Ipda Made Wiryawan yang dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kericuhan di Polsek Kayangan, namun belum mengetahui penyebab kejadian tersebut.  

Made Wiryawan belum memberi penjelasan terkait pemicu kemarahan warga sampai merusak kantor Polsek Kayangan. 

“Iyaa benar ada kejadian itu (kericuhan), soal penyebabnya kami belum tau, informasinya masih simpang siur,” kata Wiryawan via WhatsApp, Selasa (18/3/2025).

Saat dikonfirmasi terkait dugaan oknum polisi yang menekan korban sampai depresi, Ipda Made Wiryawan belum memberikan jawaban. 

image_print
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.