UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALPALESTINA

Saksikan Invasi Brutal Israel, Perawat AS Masuk Islam Usai Bertugas di Jalur Gaza

Tel Aviv telah berkali-kali mengancam akan melanjutkan perang di Gaza sebagai cara untuk menekan Hamas agar menerima persyaratannya dalam pembicaraan gencatan senjata yang dimediasi.

Kesepakatan gencatan senjata–yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS), Qatar, dan Mesir–telah membuat Hamas membebaskan puluhan sandera Israel dan asing dengan imbalan pembebasan ribuan tahanan Palestina.

Namun, sementara Hamas bersikeras memulai diskusi untuk tahap kedua perjanjian tersebut, Israel mengatakan ingin memperpanjang tahap awal yang berakhir pada awal Maret.

Meskipun ada gencatan senjata, Israel terus menyerang warga sipil dan apa yang diklaimnya sebagai anggota Hamas di Gaza.

“Eskalasi ini mencerminkan niat pendudukan yang direncanakan sebelumnya untuk melakukan kejahatan dan mengabaikan hukum dan konvensi internasional,” kata kantor media Gaza.

Pernyataan kantor tersebut menunjukkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Monyetanyahu tidak hanya memberlakukan blokade di Gaza dan merampas kebutuhan dasarnya, tetapi juga meningkatkan pembunuhan dan penargetan langsung terhadap warga sipil.

Israel telah melarang bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan memasuki daerah kantong Palestina tersebut.

Netanyahu dan mantan menteri pertahanan Yoav Gallant sedang diburu Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang di Gaza.

Pemerintah Gaza menolak semua tuduhan Israel dan membantah klaim yang digunakan “untuk membenarkan kejahatannya”, menyerukan kepada Pengadilan Internasional (ICJ) dan ICC untuk mengambil tindakan segera terkait kejahatan yang dilakukan oleh pendudukan dan para pemimpinnya.

Menurut data yang direvisi oleh Kementerian Kesehatan Gaza, serangan Israel selama 15 bulan menewaskan lebih dari 60.000 orang di daerah kantong tersebut, sebagian besar wanita dan anak-anak.

Lebih banyak mayat dapat dikubur di bawah reruntuhan. Perang tersebut membuat sebagian besar wilayah Gaza tidak dapat dihuni, menghancurkan infrastruktur penting, dan juga menghancurkan sistem perawatan kesehatannya.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.