Hanya Kartini Setiawati yang kehidupannya sedikit lebih baik dibanding saudara-saudaranya.
Pemerintah sempat memberi perhatian dan bantuan kepada mereka, tetapi beban merawat lima anak autis tetap menjadi ujian berat bagi sang ibu, Sri Biatini.
Kartini Day: Antara Peringatan dan Perjuangan yang Belum Usai
Setiap 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini.
Namun, tak banyak yang tahu bahwa cicit-cicit sang pahlawan masih berjuang untuk bertahan hidup,
bertolak belakang dengan simbol kehormatan yang disandang nenek moyangnya.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa penghargaan terhadap tokoh nasional seharusnya juga diwujudkan dalam
perhatian nyata kepada keturunannya—terutama yang hidup dalam keterbatasan dan kebutuhan khusus.
Mari Jaga Warisan Kartini: Bukan Hanya Nama, Tapi Juga Kemanusiaan
Kartini tak hanya mewariskan gagasan emansipasi.
Ia meninggalkan jejak tentang hak untuk hidup layak bagi semua, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.
Sudah saatnya masyarakat dan negara benar-benar menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk untuk keluarga tokoh bangsa sendiri.


















































































































Komentar Terbaru