UPDATE

OPINI
OPINI

Kunto Dicopot: Bersih-bersih di TNI untuk Amankan Gibran?

Boleh jadi, Letjen Kunto bukan bagian dari gerakan itu. Tapi latar belakangnya, relasinya, sejarah keluarganya, cukup untuk membuatnya dikalkulasi sebagai potensi ancaman. Dan sistem ini tidak memberi ruang untuk potensi ancaman. Maka jawabannya jelas: diamankan.

Ini artinya, tekanan terhadap Gibran dan Istana mulai dianggap serius. Tiap kekuatan yang dicurigai bisa memberi angin pada gelombang itu akan dieliminasi. Perlahan tapi pasti.

Saatnya Prabowo Buktikan

Kita sedang menyaksikan peta politik militer yang berubah cepat. Bukan sekadar siapa duduk di mana. Tapi siapa yang dikawal, dan siapa yang harus dikorbankan.

Di tengah semua ini, satu hal jadi makin terang: Gibran bukan lagi sekadar wakil presiden terpilih. Dia adalah proyek yang sedang dilindungi. Dengan segala cara!

Kalau analisis ini benar, maka muncul pertanyaan-pertanyaan besar yang tak bisa dihindari:

Apakah ini pertanda bahwa Jokowi masih sangat kuat? Apakah Prabowo hanya akan menjadi pelengkap, simbol, atau sekadar pelaksana dari kekuasaan lama?

Pertanyaan lain yang tak kalah pentingnya, Prabowo harusnya bagaimana? Tetap tunduk? Atau mulai ambil kendali?

Kalau Prabowo memang mau dikenang sebagai pemimpin sejati, bukan boneka transisi, maka saatnya dia tunjukkan keberpihakan. Jika serius ingin menyelamatkan Indoensia, setidaknya versi yang masih tersisa, maka dia harus berani dorong audit konstitusional terhadap proses Pilpres. Termasuk, dan terutama soal Gibran.

Kalau dia tak berani bersikap sekarang, maka selamanya Prabowo akan berada di bawah bayang-bayang Jokowi. Rakyat akan tahu: dia bukan presiden pilihan. Prabowo hanya pelanjut kompromi kekuasaan.

Sejarah menunggu langkah Prabowo. Berani atau bungkam. Memimpin atau dikendalikan.

Jakarta, 1 Mei 2025

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.