BANDA ACEH – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa dia menolak pembentukan khilafah di wilayah Mediterania.
“Kami mengenal musuh kami. Dan kami menolak pembentukan kekhilafahan baik di sini atau pun di Lebanon. Kami akan memastikan kelangsungan hidup Israel,” ujar Benjamin Netanyahu.
Penolakan Netanyahu terhadap khilafah menunjukan ketakutan akan kebangkitan umat islam di seluruh dunia.
Bukan sekedar penolakan politik biasa, klaim tersebut secara tidak langsung menunjukan kegelisahan para pemimpin dunia barat akan geliat kebangkitan islam yang tampak secara nyata.
Umat islam mulai menyadari akar masalah dari keterpurukan yang mereka alami dan mulai mencari solusi hakiki berdasarkan syariat yang telah Allah tetapkan dalam Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah.
Kesadaran ini bukanlah wacana semata, namun telah menembus batas bangsa, mazhab, dan ideologi nasionalisme.
Kesadaran ini telah menyatukan hati kaum muslimin yang berharap kembali ditegakkannya hukum Allah.
Tegaknya khilafah bukan hanya sekedar ancaman kepentingan geopolitik Barat di dunia islam, akan tetapi menjadi simbol keruntuhan ideologi kapitalisme, sekulerisme dan liberalisme yang selama ini dijadikan alat untuk memporak-porandakan persatuan umat islam.
Netanyahu dan para pemimpin dunia Barat mengetahui betul bagaimana jika umat ini bersatu di bawah kepemimpinan islam, maka kekuatan mereka akan berlipat ganda.
Bukan hanya kekuatan militer dan ekonomi, akan tetapi yang lebih penting lagi adalah kekuatan akidah, persatuan dan misi rahmatan lil alamin yang akan mengguncang Barat yang kini menguasai dunia.
Kekuatan inilah yang akan mengancam genosida yang dilakukan Zionis terhadap Palestina. Seruan Netanyahu menolak khilafah secara tidak langsung mengakui bahwa ide ini tumbuh, hidup, dan semakin kuat di hati kaum muslimin.
Ide ini bukan sekedar ucapan belaka, maka sudah seharusnya umat menyambut seruan ini. Dan menyadari bahwa masa depan dunia akan berubah dengan kembalinya izzul islam wal muslimin dibawah panji khilafah.
Khilafah bukanlah gagasan politik manusia, melainkan ajaran agung dari Allah dan kabar gembira yang disampaikan oleh Rasulullah yang pasti akan terwujud pada waktunya.
Allah SWT berfirman, yang artinya:
“Allah menjanjikan kepada orang yang beriman dan beramal sholih di antara kalian, bahwa Allah pasti menjadikan mereka berkuasa di muka bumi sebagaimana orang-orang mukmin sebelum mereka telah berkuasa di muka bumi. Allah jadikan mereka menegakkan agama yang di ridhoi-Nya. Mereka akan menikmati ketentraman dan keamanan setelah mengalami ketakutan terhadap penindasan kaum kafir. Mereka beribadah kepada-Ku dan meninggalkan perbuatan syirik dalam bentuk apapun. Setelah itu, siapa saja yang keluar dari islam, maka mereka itu adalah orang-orang yang sangat durhaka kepada Allah.” terjemah tafsir Qs. An-Nur : 55















































































































