“Saya kasihan sekali dengan Pak Kasmudjo ini. Sudah sepuh, sudah pensiun, dijadikan tameng persekongkolan. Disuruh menghapal sebuah cerita,” ujar dokter Tifa.
Menurut dokter Tifa, Kasmudjo diminta menghafal bahwa Jokowi di masa kuliah adalah anak pendiam, tapi pinter.
“Bahkan IP nya antara 2,5 sampai 3,5. Sederhana, suka pulang ke Solo naik sepeda….(Padahal yang ngaku mahasiswa bimbingannya bilang sendiri kalau IP kurang dari 2. Terus lahir di RS Brayat Minulyo artinya tidak mungkin mahasiswa melarat pulang Solo naik sepeda, impossible banget!),” cuit dokter Tifa.
“Mungkin beliau ini sambil mengais-ngais ingatan dengan susah payah: “Bocahe jane sing endi yoo???” Artinya, sebenarnya yang diceritakan pak Kasmudjo apakah tentang mahasiswa yang sama atau beda ya….,” tanya dokter Tifa.
“Sekarang, Pak Kasmudjo mau disidang. Komisaris engga, disidang iya. Kasihan,” katanya.
Seperti diketahui kuasa Hukum Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Rivai Kusumanegara menanggapi pernyataan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri.
Menurut Rivai Jokowi tidak bisa langsung membuka ijazah tersebut, lantaran telah diserahkan ke Bareskrim Polri.
“Untuk itu, agar tidak membuat gaduh maka kami serahkan pada proses hukum dan kemarin juga ijazah aslinya sudah diserahkan pada Bareskrim,” ujarnya.
Rivai mengatakan sejak awal pihaknya telah menduga jika permintaan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) agar Jokowi membuka ijazahnya bukan untuk menguji kebenaran.
Namun, kata dia, mereka berniat untuk memojokkan dan mendiskreditkan.
“Dugaan mana terbukti, di mana UGM melalui Rektor dan Dekannya sudah menunjukan copynya dan menjelaskan jika ijazah tersebut sah.
Namun yang terjadi mereka mempermasalahkan font (huruf) dan fotonya, sehingga dugaan kami benar adanya,” tuturnya.


















































































































Komentar Terbaru