UPDATE

OPINI
OPINI

Film Horor dan Krisis Spiritualitas: Menyoal Arah Perfilman Indonesia

Lembaga pendidikan Islam bisa mulai memasukkan literasi media dan sinema sebagai bagian dari kurikulum. Pondok pesantren dan kampus Islam bisa mulai membentuk unit produksi film pendek, dokumenter, atau serial dakwah. Dengan cara ini, akan lahir generasi Muslim yang bukan hanya paham agama, tetapi juga piawai menyampaikannya melalui medium kekinian.

Menolak Identitas Sinema Mistik

Indonesia adalah bangsa besar dengan sejarah, budaya, dan spiritualitas yang kaya. Menyedihkan jika identitas perfilmannya hanya dikenal karena produksi film hantu. Dunia perfilman kita tidak kekurangan talenta, hanya kekurangan visi.

Sebagai Muslim, kita tidak anti hiburan. Tapi hiburan yang baik adalah yang mendekatkan kepada kebaikan, bukan yang membuat takut tanpa arah. Islam tidak melarang seni, tetapi mengarahkan agar seni menjadi sarana untuk menguatkan iman, bukan merusaknya.

Film horor yang sarat penyimpangan spiritual bukan hanya tidak mendidik, tapi juga berbahaya. Ia menormalkan rasa takut kepada makhluk, memperkuat mitos, dan mengaburkan tauhid. Sudah saatnya kita berkata cukup. Saatnya kita mengubah arah, dari layar yang menakut-nakuti menjadi layar yang mencerdaskan dan menghidupkan iman.

**). Seorang Ibu Rumah Tangga yang berdomisili di Provinsi Aceh.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.