UPDATE

EDUKASI
EDUKASI

Mewarisi Luka, Membangun Kesadaran: Dakwah sebagai Jalan Kritis Mahasiswa di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Menyusun Masa Depan Organisasi Mahasiswa

Menjelang berakhirnya periode kepemimpinan ormawa, surat ini menyodorkan pertanyaan reflektif: “Apa yang kita tinggalkan setelah periode ini selesai?” Ini adalah pertanyaan yang penting dijawab oleh setiap pengurus organisasi mahasiswa. Apakah kita hanya meninggalkan tumpukan laporan kegiatan dan dokumentasi seremonial? Atau kita meninggalkan semangat perjuangan dan kesadaran kritis kepada generasi berikutnya?

Organisasi mahasiswa dakwah harus berani mendefinisikan ulang prioritas. Ia bukan alat pencitraan, bukan tempat pelarian ambisi kekuasaan. Ia adalah tempat menempa kepekaan, tempat mengasah keberanian, tempat menghidupkan semangat perubahan.

Dalam konteks itu, surat terbuka ini sangat relevan dijadikan bahan evaluasi bersama. Ia bukan serangan terhadap siapa pun. Tapi ia adalah undangan untuk berkaca. Sebuah ajakan untuk meluruskan niat, menata kembali arah, dan menyatukan langkah dalam satu kesadaran: bahwa menjadi mahasiswa dakwah adalah amanah besar, bukan sekadar status akademik.

Penutup: Warisan Sesungguhnya

Akhirnya, surat ini menantang kita semua untuk memikirkan kembali: apa yang ingin kita wariskan sebagai mahasiswa dakwah? Apakah kita ingin dikenal sebagai generasi yang hanya pandai menyusun proposal dan mencetak spanduk? Atau generasi yang mewarisi semangat kenabian: melawan kezaliman, membela yang lemah, dan membawa harapan?

Jika kita tidak mau menanggung lelahnya berjuang, lebih baik tidak menyebut diri kita pejuang dakwah. Jika kita hanya ingin jabatan, panggung, dan popularitas, lebih baik kita mundur dari medan ini. Karena dakwah bukan soal nama. Dakwah adalah soal luka. Luka yang disembuhkan. Luka yang diperjuangkan. Luka yang diwariskan dari generasi ke generasi sebagai panggilan jiwa.

Mari kita ubah cara pandang kita terhadap organisasi. Mari kita hidupkan kembali ruh dakwah yang kritis, merakyat, dan penuh cinta. Sebab, pada akhirnya, sejarah akan mencatat bukan seberapa banyak kita mengadakan seminar, tetapi seberapa besar kita menyentuh kehidupan orang lain.

Dan semoga, dari keresahan satu orang ini, lahir kesadaran banyak orang. Semoga dari nyala kecil ini, lahir api perjuangan yang membakar kemunafikan intelektual dan membangkitkan keberanian moral.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.