UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Dihujani Rudal Iran, Warga Israel Mulai Berbondong Mengungsi ke Luar Negeri

Ketegangan antara Israel dan Iran meningkat sejak Jumat dini hari, ketika Israel, dengan dukungan diam-diam dari AS, meluncurkan Operasi Rising Lion, sebuah serangan udara besar-besaran terhadap fasilitas nuklir dan infrastruktur militer Iran.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan Janji Sejati 3 pada malam harinya, dengan menghujani kota-kota Israel menggunakan puluhan rudal balistik dan drone, yang menurut sumber Israel menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai ratusan lainnya. Korban jiwa dan luka terus bertambah di kedua belah pihak.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa jika serangan dari Israel berlanjut, maka tanggapan Iran akan jauh lebih tegas dan keras. Ia menyebut respons militer Iran sejauh ini telah dilakukan dengan tepat dan terukur.

Israel Larang Warga Kabur

Dinukil dari middleeastmonitor.com, Israel telah memberlakukan larangan bagi warganya untuk bepergian ke luar negeri dengan alasan situasi keamanan yang memburuk akibat meningkatnya ketegangan dengan Iran. Seperti dilaporkan Haaretz, pemerintah telah memerintahkan maskapai penerbangan domestik untuk melarang warga negara Israel menaiki penerbangan internasional, seiring dengan kekhawatiran meningkatnya risiko serangan balasan Iran terhadap bandara-bandara di Israel.

Bandara Ben-Gurion sebagai gerbang internasional utama negara tersebut, kini telah ditutup “sampai pemberitahuan lebih lanjut.” Keputusan ini didasari oleh kekhawatiran dari para pejabat keamanan bahwa jika terjadi serangan di tengah kepadatan penumpang, jumlah korban bisa sangat besar.

Menteri Transportasi Israel Miri Regev, menyampaikan bahwa pada tahap ini, warga Israel tidak diizinkan untuk meninggalkan negara. Ia menegaskan hanya warga asing, termasuk diplomat dan wisatawan yang masih diizinkan terbang keluar dari Israel.

Regev juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan rencana untuk memulangkan lebih dari 100.000 warga Israel yang masih berada di luar negeri. Ia menjanjikan proses evakuasi akan dilakukan secara bertahap dan terorganisir.

Namun, kebijakan ini menimbulkan kontroversi. Pemimpin Partai Persatuan Nasional dan anggota kabinet perang Benny Gantz, mengkritik keras pernyataan Regev. Dalam unggahan di platform X, ia menyoroti dampak larangan itu terhadap individu-individu yang rentan dan mendesak pemerintah untuk fokus pada pemulangan warga, bukan menilai keadaan mereka.

Larangan bepergian ini muncul setelah Israel melancarkan serangan terhadap Bandara Mashhad di Iran. Walaupun Iran belum membalas serangan terhadap fasilitas penerbangan Israel, serangan tersebut telah memicu kekhawatiran bahwa bandara bisa menjadi target potensial dalam eskalasi berikutnya. [] 

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.