Lebih jauh, butuh tegaknya sistem Islam yang menyeluruh. Dalam naungan syariat Islam, anak-anak akan tumbuh dalam pendidikan iman, bukan sekadar mengejar prestasi duniawi. Rasulullah ﷺ bersabda. “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini mengingatkan bahwa pemimpin umat wajib mencetak generasi yang beriman, bukan generasi yang tertekan oleh standar kapitalisme.
Inspirasi dari Gaza untuk Mahasiswa Indonesia
Ketangguhan anak-anak Gaza harus menjadi cermin bagi mahasiswa Indonesia. Mereka yang hidup di negeri damai seharusnya lebih mudah menegakkan semangat belajar, beribadah, dan berjuang demi umat.
Standar hidup kapitalis yang menjerumuskan harus disadari sebagai jebakan. Identitas hakiki seorang muslim adalah sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi, bukan sekadar pencetak prestasi ala kapitalisme.
Generasi Gaza mengajarkan, iman yang kokoh akan melahirkan kekuatan luar biasa. Mahasiswa Indonesia perlu mengambil inspirasi ini untuk bangkit dari tekanan duck syndrome.
Penutup
Generasi Gaza memperlihatkan ketangguhan luar biasa meski hidup dalam kondisi perang. Mereka tetap belajar, berprestasi, dan bercita-cita menjaga Al-Aqsa. Sementara mahasiswa di negeri damai banyak yang terjebak dalam duck syndrome, tertekan oleh standar hidup kapitalisme.
Inspirasi dari Gaza seharusnya menyadarkan generasi muda Muslim: ketangguhan sejati lahir dari iman dan pendidikan Qur’ani, bukan dari standar kapitalisme. Sudah saatnya mahasiswa bangkit, menyadari identitas Islamnya, dan berjuang bersama umat untuk mewujudkan perubahan sistemik menuju tegaknya aturan Allah.
Wallahu’alam bish shawab.



















































































































Komentar Terbaru