UPDATE

PALESTINA
PALESTINAINTERNASIONAL

Investigasi Bongkar Fakta: 83 Persen Korban Genosida Israel di Gaza Adalah Warga Sipil

GAZA – Laporan investigasi terbaru mengungkap kenyataan pahit di balik tragedi kemanusiaan Gaza, Palestina.

Dari lebih 62.000 jiwa yang tewas sejak serangan Israel dimulai pada 7 Oktober 2023, sekitar 83 persen ternyata adalah warga sipil—anak-anak, perempuan, dan lansia—bukan kombatan sebagaimana kerap diklaim Tel Aviv.

Fakta mencengangkan itu diungkap hasil kolaborasi investigasi The Guardian, majalah 972+, dan situs Sikha Mekomit. Berdasarkan dokumen rahasia intelijen militer Israel, Aman, hanya 17 persen korban yang dapat digolongkan sebagai pejuang Hamas dan Jihad Islam.

Data hingga pertengahan Mei 2025 mencatat sekitar 7.330 kombatan tewas, ditambah 1.570 yang “kemungkinan” kombatan.

Jumlah itu jauh dari total korban 52.928 jiwa pada periode yang sama menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Dengan demikian, mayoritas korban adalah rakyat biasa—dan angka tersebut bahkan melonjak menjadi 86 persen bila kategori “kemungkinan kombatan” dihapus.

Klaim Israel Tumbang

Temuan ini meruntuhkan narasi resmi Israel yang selama ini menyebut agresi militer hanya menargetkan milisi bersenjata.

Kesaksian dari dalam tubuh militer Israel sendiri ikut memperkuat. Mantan komandan Korps Selatan, Purn. Mayor Jenderal Yitzhak Brick, menyebut data resmi pemerintah sebagai “hoaks besar”.

“Sebagian besar jenazah yang terlihat di lapangan adalah warga sipil, bukan kombatan,” tegas Brick, yang pernah menjadi penasihat keamanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Manipulasi Definisi

Israel dinilai kerap memperluas kategori kombatan dengan memasukkan politisi, pegawai sipil, atau siapa pun yang berafiliasi dengan Hamas.

Cara ini dinilai para pakar sebagai pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional.

Pelapor Khusus PBB untuk situasi Palestina, Francesca Albanese, mengingatkan bahwa Hamas bukan semata kelompok militer.

“Hamas juga otoritas sipil de facto yang membangun sekolah, rumah sakit, dan fasilitas umum. Menyamakannya semata dengan milisi bersenjata tidak mencerminkan kenyataan di lapangan,” ujarnya.

Luka Kemanusiaan

Data investigasi ini menyingkap wajah genosida: anak-anak yang kehilangan masa depan, ibu yang kehilangan buah hati, hingga keluarga yang tercerabut dari kehidupan normal.

Lebih dari sekadar statistik, fakta tersebut menegaskan bahwa agresi Israel bukanlah operasi militer sah, melainkan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan secara sistematis.

Praktik manipulatif dalam membenarkan pembunuhan massal tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga merusak peluang perdamaian yang sudah rapuh.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.