JAKARTA — Dalam sebuah tausiyahnya, Ustadz Adi Hidayat menegaskan bahwa setiap perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT, termasuk maksiat yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Ia mengingatkan, celakalah orang yang wafat dalam keadaan bermaksiat tanpa sempat bertaubat.
“Jika sholatmu benar, hatimu akan tenang. Jika hatimu tenang, langkahmu akan ringan. Maka mulailah dengan memperbaiki sholat, karena dari situlah semua kebaikan bermula,” pesan Ustadz Adi.
Dia mengingatkan umat agar selalu berhati-hati dalam menjalani kehidupan sehari-hari, khususnya terkait amal dan perbuatan yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Beliau menegaskan, dosa yang dilakukan manusia tidak akan pernah luput dari pengawasan Allah, meski tampak tersembunyi dari pandangan manusia. “Sekarang anda yang merasakan maksiatnya sendirian. Nanti ketika diputar, semuka langit dan bumi menatap anda. Oh, begini ternyata kelakuannya,” ujar Ustadz Adi.
Lebih lanjut ia mengingatkan bahwa kemunafikan dalam ibadah adalah bencana besar. “Taklim shaf pertama, sholat shaf pertama, ternyata di luarnya berbeda. Di rumah tampak sholeh, tapi hartanya haram. Ada yang pura-pura izin ke kantor, tapi menuju tempat lain. Semua itu akan diputar di akhirat,” jelasnya.
Ustadz Adi menekankan bahayanya seseorang wafat dalam keadaan bermaksiat tanpa sempat bertaubat. Menurutnya, hal ini menjadi musibah terbesar yang harus diwaspadai setiap hamba Allah. Karena itu, beliau menasihati agar setiap amal senantiasa diawali dengan menyebut nama Allah. “Inilah rahasianya, kenapa Nabi katakan setiap perbuatan baik ucapkan bismillah,” tuturnya.
Di akhir tausiyahnya, Ustadz Adi Hidayat menegaskan pentingnya menjaga sholat sebagai fondasi kehidupan. “Jika sholatmu benar, hatimu akan tenang. Jika hatimu tenang, langkahmu akan ringan. Maka mulailah dengan memperbaiki sholat, karena dari situlah semua kebaikan bermula,” pungkasnya.










































































































