BANDA ACEH – Keluarga besar Himpunan Keluarga Masyarakat Meureudu dan Meurah Dua (Hikmad) melaksanakan takziah dan samadiah di kediaman almarhum Drs. H. Hanif Basyah bin Muhammad Basyah, di Komplek Dosen Universitas Syiah Kuala (USK), Sektor Timur Kopelma Darussalam, Selasa (16/9/2025).
Almarhum wafat pada usia 84 tahun. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai seorang pendidik yang berdedikasi, dosen senior yang melahirkan ribuan mahasiswa di USK maupun Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli.
Sebagai penggerak pendidikan, H. Hanif Basyah dikenang bukan hanya oleh dunia akademik, tetapi juga masyarakat luas, khususnya di Pidie Raya dan Aceh. Ribuan alumni didikannya kini tersebar di berbagai bidang.
Selain aktif di kampus, almarhum juga berperan besar dalam organisasi sosial. Ia pernah dipercaya menjabat Ketua Umum Hikmad pada dua dekade lalu. Tak heran bila masyarakat Meureudu dan Meurah Dua (Pidie Jaya) merasa sangat kehilangan sosok panutan ini.
Takziah ini turut dihadiri Ketua Umum Hikmad Zulkifli M. Ali, Sekretaris Umum Raju, para sesepuh, serta jajaran pengurus. Sejumlah tokoh masyarakat hadir, di antaranya Tarmizi Abdullah, SE. MM, Ir. Razali Adami, Dr. Tgk. Taharuddin, Ir. Adhari, Ir. Teuku Iskandar, dan Prof. Muhammad, serta para mahasiswa penghuni asrama Hikmad.
Usai samadiah, Dr. Tgk. Taharuddin menyampaikan tausyiah. Ia menekankan bahwa kematian adalah takdir Allah SWT yang pasti dialami setiap makhluk.
“Sebagai makhluk bernyawa pasti akan mengalami kematian. Maka sebaik-baik kematian adalah menyiapkan amal dan ikhlas menerima takdir Allah SWT,” ujarnya.
Menurutnya, mengingat Allah melalui zikir dan ayat-ayat Al-Qur’an akan menenangkan hati. “Hikmah terbesar dari kematian adalah bagi yang masih hidup agar meningkatkan amal dan ketakwaan, sementara keluarga yang ditinggalkan menguatkan kesabaran,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Hikmad Zulkifli M. Ali menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh jajaran. Ia berharap doa dan samadiah bersama dapat menjadi amal jariyah untuk almarhum.
“Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahnya, mengampuni dosa-dosanya, dan menempatkannya di tempat yang mulia di sisi-Nya,” tuturnya.
Kepergian Drs. H. Hanif Basyah menyisakan duka, namun juga meninggalkan teladan tentang dedikasi seorang pendidik bagi generasi. Kehadirannya di dunia pendidikan dan organisasi sosial menjadikan namanya tetap hidup dalam ingatan mahasiswa, sahabat, dan masyarakat Aceh.



















































































































Komentar Terbaru