Sementara di lapangan masih banyak korban bencana yang bergantung pada bantuan logistik.
Pengamat kebijakan publik menilai, sikap menutup diri terhadap bantuan internasional berpotensi menimbulkan kesan.
Bahwa pemerintah lebih mengedepankan citra ketimbang kepentingan korban bencana.
Terlebih, bantuan yang dikembalikan bukan berupa dana, melainkan kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan warga.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah pusat terkait kemungkinan dibukanya kembali akses bantuan asing jika situasi memburuk.
Sementara itu, masyarakat korban banjir di Medan hanya bisa berharap distribusi bantuan dalam negeri benar-benar mencukupi dan tepat sasaran.***































































































Beri Komentar