UPDATE

OPINI
OPINI

Benarkah Indonesia Gelap?

Kondisi di Sumatera hari ini memperlihatkan wajah paling telanjang dari kegelapan tersebut. Banjir besar yang melanda berbagai wilayah bukan sekadar peristiwa alam, melainkan konsekuensi politik dari rusaknya hutan dan tata kelola lahan. Alih fungsi kawasan lindung, pembiaran pembukaan hutan, serta lemahnya penegakan hukum lingkungan telah menghancurkan daya dukung alam.

Negara gagal hadir sebagai pelindung rakyat dan lingkungan, sementara korban terus berjatuhan di berbagai wilayah Indonesia setiap musim hujan.

Ironisnya, jargon “pembangunan berkelanjutan” dan “perlindungan lingkungan” terus digaungkan di forum internasional. Namun di dalam negeri, jargon itu sering berubah menjadi kosmetik kebijakan — alat pencitraan bagi penguasa dan penghibur bagi publik yang dibodohi oleh narasi resmi. Lingkungan dijaga dalam pidato, tetapi dikorbankan dalam praktik.

Indonesia menjadi gelap ketika negara tidak lagi berpihak kepada rakyatnya. Gelap ketika data disembunyikan, alam dieksploitasi tanpa batas, hukum dibegal, dan demokrasi dirampas perlahan atas nama stabilitas dan pembangunan. Kegelapan ini bukan takdir, melainkan hasil dari pilihan-pilihan politik yang sadar dan berulang.

Maka, menutup akhir tahun 2025, barangkali kita patut memberi selamat pada diri sendiri: Indonesia kembali berhasil menutup tahun dengan konsisten. Konsisten menjaga kegelapan tetap stabil. Transparansi secukupnya, keadilan seperlunya, dan keberpihakan sebatas slogan. Di tengah banjir, kemiskinan, dan kerusakan ekologis, negara tetap tenang — karena yang paling penting bukanlah terang bagi rakyat, melainkan nyaman bagi kekuasaan.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Indonesia sedang gelap. Pertanyaan yang lebih mendesak adalah: siapa yang diuntungkan oleh kegelapan ini, dan sampai kapan rakyat dibiarkan hidup di dalamnya tanpa cahaya keadilan, transparansi, dan keberpihakan negara?

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.