UPDATE

NASIONAL

Elida Netti Ungkap Roy Suryo, Dokter Tifa, dan Rismon Awalnya Saksi Ahli Permintaan Eggi Sudjana

Ia pun mengajak publik untuk mulai mendinginkan suasana dan tidak terus-menerus terjebak dalam perdebatan yang tak berujung, sembari mengingatkan masih banyak persoalan bangsa yang lebih mendesak untuk dipikirkan bersama.

Tak Bisa Diraba

Sementara itu Kuasa hukum Roy Suryo Cs, Abdul Gafur Sangaji, membantah keras klaim kuasa hukum Eggi Sudjana, Elida Netti yang menyebut sempat memegang ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan merasakan adanya embos serta watermark saat gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya.

Menurut Gafur, pernyataan tersebut menyesatkan publik dan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di ruang gelar perkara.

“Saya pastikan itu keterangan yang tidak benar dan menyesatkan publik,” tegas Abdul Gafur di Mapolda Metro Jaya seperti ditayangkan Kompas TV, Senin (22/12/2025).

Ia mengungkapkan, dirinya bersama Ahmad Khozinudin, kuasa hukum Roy Suryo Cs lainnya, justru berada di barisan depan saat momen krusial pembukaan segel ijazah Jokowi, termasuk terlibat perdebatan sengit dengan kuasa hukum Jokowi agar dokumen tersebut dibuka demi transparansi, dengan dukungan Ombudsman RI.

Gafur menegaskan, sejak awal penyidik Polda Metro Jaya memberi arahan tegas bahwa ijazah tidak boleh diraba, dipegang, apalagi disentuh.

“Ijazah itu digunting dari segelnya, lalu ditaruh dalam map hard case berlogo UGM dan dilapisi plastik keras. Tidak mungkin jari bisa masuk. Saya sendiri tidak menyentuh karena dilarang penyidik,” ujarnya.

Karena itu, Gafur membantah klaim adanya perabaan embos atau watermark sebagaimana disampaikan kubu Eggi Sudjana.

“Kalau ada yang bilang jarinya bisa menyelonong masuk dan meraba embos, itu keterangan yang tidak sesuai fakta. Itu yang justru membuat publik bingung,” kata dia.

Gafur juga menegaskan, dalam gelar perkara khusus tersebut ditampilkan dua ijazah, yakni ijazah SMA dan ijazah program sarjana, dan keduanya sama-sama tidak boleh disentuh.

Meski hanya diperlihatkan, Gafur mengaku menyaksikan langsung sejumlah kejanggalan, terutama pada foto ijazah.

“Foto di ijazah SMA memang terlihat Jokowi berambut gondrong. Tapi ketika dibandingkan head to head dengan ijazah sarjana, fotonya berbeda. Itu sangat janggal,” ujarnya.

Ia menekankan, gelar perkara khusus tidak serta-merta menjawab keaslian ijazah Jokowi, karena forum tersebut bukan ajang pembuktian materiil.

“Gelar perkara bukan forum untuk memutuskan asli atau palsu. Itu hanya memastikan barang bukti telah disita dan berada di tangan penyidik,” katanya.

Gafur juga menanggapi klaim kubu Jokowi yang menyebut ijazah telah dibuka dan diperlihatkan sebagai bukti perkara selesai.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4 5

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.