UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

Said Didu Bongkar Daftar Hitam Prabowo, 50 Nama Oligarki Perampok Negara Disebut, Sadar Atau Dihukum

Karenanya ia mengajak semua pihak dan masyarakat Indonesia untuk datang ke acara deklarasi itu.

Sebelumnya Said Didu mengatakan rencana gerakan ini sudah diungkapkannya saat bertemu Presiden Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (30/1/2026) malam.

Dalam pertemuan maraton selama hampir empat jam tersebut, mengenai “penculikan” kedaulatan negara oleh oligarki menjadi bahasan utama yang memicu kesepakatan tak terduga antara sang Presiden dan para pengeritiknya.

Said Didu mengungkapkan bahwa dirinya hadir membawa “mandat moral” untuk menyampaikan keresahan publik ke Prabowo.

Menurut Said Didu secara lugas ia memaparkan rencana pembentukan gerakan di luar pemerintahan yang bertujuan merebut kembali kedaulatan rakyat.

“Saya melaporkan langsung bahwa kami di luar akan menghimpun diri dalam gerakan merebut kembali kedaulatan rakyat. Dan saya kaget, Presiden langsung menyatakan bahwa keresahan itu juga dirasakan di dalam,” ujar Said Didu.

Menurut Didu, Presiden Prabowo sangat memahami bahwa kondisi bangsa saat ini tengah mengalami kerusakan struktural karena kedaulatan politik, ekonomi, hukum, hingga sumber daya alam telah dikuasai oleh segelintir elite.

Ia bahkan menjuluki gedung parlemen bukan lagi sebagai rumah rakyat, melainkan wadah transaksi kepentingan.

“Gedung DPR itu bukan lagi rumah rakyat. Itu mal pedagang kedaulatan. Dagangannya satu: kedaulatan bangsa,” tegasnya.

Sikap politik yang diambil Said Didu usai pertemuan ini terbilang unik.

Ia menegaskan bahwa gerakannya tidak akan memosisikan diri sebagai oposisi bagi figur Presiden Prabowo, melainkan terhadap kekuatan gelap di sekitar lingkaran kekuasaan yang mencoba menghalangi agenda reformasi.

“Kami tidak oposisi terhadap Presiden. Oposisi kami adalah terhadap orang-orang di sekitar beliau yang menghalangi agenda pengembalian kedaulatan,” kata Said Didu.

Ia secara spesifik menyentuh kelompok yang ia sebut sebagai “Geng SOP” atau Solo Oligarki Parcok sebagai pihak yang akan terdampak pertama kali oleh gerakan ini.

“Target kita jelas: oligarki. Dengan agenda ini, yang pertama tersentuh pasti geng SOP, Solo Oligarki Parcok. Itu tidak terelakkan,” ujarnya.

Karenanya Said Didu mengajak untuk menyatukan kekuatan rakyat di seluruh Indonesia demi merebut kembali kedaulatan bangsa yang,  telah lama diperjualbelikan oleh elite kekuasaan.

“Kita juga enggak mau dibawah pemerintah. Enggak mau. Ya, dia jalan dengan agendanya, kita jalan dengan agenda kita,” kata Said Didu.

Pertemuan dengan Prabowo tersebut tidak hanya dihadiri oleh Said Didu.

image_print
1 2 3 4

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.