UPDATE

TIMUR TENGAHINTERNASIONAL

Prediksi ‘Nostradamus China’ yang Menggemparkan: Iran Menang Perang, Tapi Al Aqsa Hancur

Iran juga disebut memiliki strategi dan tujuan yang lebih jelas dalam perang kali ini. Dengan menutup Selat Hormuz sekaligus menyerang target-target musuh secara selektif (Israel dan pangkalan militer AS di negara Teluk), tujuan Iran adalah mengusir AS dari Timur Tengah.

“Dan sejauh ini (strategi) berjalan sangat baik bagi Iran,” kata Jiang.

Sementara tujuan perang AS, Jiang menilai, AS tidak tahu apa yang diinginkan mereka dari perang ini. “AS ingin menghancurkan Iran. Apa yang dimaksud dengan itu?” tanya Jiang secara retoris di depan kelasnya.

Menghancurkan Iran bisa berarti pergantian rezim, kolapsnya ekonomi, kelaparan warga sipil dan lainnya. Karena terlalu banyak ambiguitas dalam tujuan perang AS, menurut Jiang, itu berakibat pada kebingungan AS dalam menerapkan strategi perang.

Piramida ongkos perang

Untuk menjawab pertanyaan apakah AS akan menggelar invasi darat di Iran, Prof Jiang menjelaskannya lewat piramida ongkos perang dan empat aktor dalam perang. Dari yang paling bawah atau yang paling murah (banyak) yakni prajurit infantri. Selanjutnya altilleri; Angkatan Laut; hingga yang paling puncak adalah Angkatan Udara.

Masalahnya bagi AS, kata Jiang, ongkos piramida perang mereka dalam bentuk terbalik dari piramida standar. Dengan piramida ongkos perang terbalik, sulit bagi AS untuk memenangkan perang panjang karena ongkosnya sangat mahal.

“Karena (dengan piramida terbalik) AS harus menghancurkan lawan dalam hitungan hari jika ingin menang karena AS tidak bisa memperbarui sumber daya perang mereka dengan cepat,” kata Jiang.

Jiang menyebut perang Teluk Persia pada 1991 dan perang Irak pada 2003 bukanlah perang yang sungguhan. Karena kala itu AS sangat dominan dan Irak begitu lemah.

“Tapi perang dengan Iran kali ini adalah perang sungguhan dan untuk memenangkan perang ini, AS harus kembali kepada piramida ongkos perang yang realistis,” Jiang menegaskan.

Empat aktor

Menurut Jiang, dalam perang ini ada empat aktor utama terlibat yakni AS, Israel, Arab Saudi, dan Iran. Keempatnya memiliki tujuan yang perang yang berbeda di mana tujuan perang AS paling simpel yakni menghancurkan Iran.

Adapun bagi Israel, Arab Saudi, dan Iran ketiganya memiliki tujuan untuk meraih hegemoni di Timur Tengah. Mereka sama-sama ingin musuh mereka hancur dalam perang ini, dan AS terseret dalam perang panjang hingga akhirnya terusir dari Timur Tengah.

“Israel, Saudi, dan Iran semua ingin AS hancur dan bagaimana caranya? Yaitu dengan memaksa AS melakoni perang darat panjang. Oleh karena itu, Israel tidak akan menggunakan nuklir, kenapa? Karena nuklir akan menghentikan perang terlalu cepat,” kata Jiang.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.