UPDATE

NASIONAL

Kesaksian Penumpang Gerbong Wanita dalam Insiden Kereta di Bekasi Hingga Selamat dari Kecelakaan

Tak hanya itu, Sausan pun mengatakan, dalam kejadian itu dirinya pun sampai terpental hingga berada di atas tumpukan penumpang lain.

Bahkan saat itu Sausan merasa bahwa dirinya telah meninggal dunia lantaran terbawa suasana ketika mendengar jeritan dari penumpang di sekitarnya.

“Dan waktu pertama kali saya terlempar itu juga saya sudah mikirnya ‘eh saya meninggal deh’ gitu kan. Karena semua orang sudah teriak-teriak apalagi perempuan semua kan sudah yang teriaknya histeris banget,” ujarnya.

“Terus saya kayak sudah ‘ah ini kalau sudah meninggal ya sudah gimana nih kalau misalkan ini’,” sambung Sausan.

Namun beruntung hal itu hanya perasaannya semata, sebab tidak lama kemudian, Sausan berhasil dievakuasi oleh sejumlah petugas dengan dibantu oleh beberapa penumpang yang berhasil selamat.

Proses evakuasi terhadap dirinya dikatakan Sausan relatif cepat. Pasalnya kata dia, pada saat itu dirinya tepat berada di atas tumpukan penumpang sehingga memudahkan orang lain untuk melakukan evakuasi.

“Iya saya bersyukur banget, Alhamdulillah banget karena saya ada di atas. Jadi ketika evakuasi enggak terlalu lama, jadi didahului karena yang paling atas dulu kan dimulai,” ucapnya.

Tak Mau Naik Kereta Lagi

Adapun kata Sausan dirinya mendengar para penumpang yang juga menjadi korban kecelakaan mengaku trauma naik kereta api.

Hal itu kata Sausan dirinya dengar ketika dia dan beberapa penumpang lainnya terjebak di dalam gerbong wanita yang tertabrak KA Argo Bromo Anggrek.

“Kebanyakan korban-korban sebelah saya pada bilang mereka enggak mau naik kereta lagi kayak gitu. He’eh (dengar) Mereka di sebelah saya enggak mau, trauma naik kereta kayak gitu,” kata Sausan saat ditemui Tribunnews.com di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Berbeda dengan penumpang di sebelahnya, Sausan mengaku saat ini dirinya belum terpikir apakah dia merasa trauma untuk menaiki kereta kembali.

Mengingat rutinitasnya selama ini kerap menggunakan kereta saat pulang ataupun ketika berangkat bekerja di Jakarta.

Adapun hal yang terpikir di benaknya saat ini dikatakan Sausan, dirinya merasa bersyukur lantaran berhasil selamat dari kejadian mengerikan tersebut. 

“Kalau saya, saya enggak tahu sekarang saya enggak kepikiran itu karena saya masih bersyukur banget masih bisa hidup dan maksudnya enggak separah itu, aman kepala gitu kan, cuma bagian kiri aja ini patah sama luka,” ucapnya.

Allah Baik Sama Saya

Senin (27/4/2026) malam, jarum jam baru saja melewati pukul 20.45 WIB ketika ketenangan di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, mendadak pecah. Dentum logam dari tabrakan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di perbatasan Jakarta itu merenggut 15 nyawa dan melukai 84 orang, meninggalkan duka yang menyayat hati siapa pun yang mendengarnya.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.