Penyebaran kasus tercatat di sejumlah wilayah Indonesia. Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak, masing-masing enam kasus.
Sementara itu, Jawa Barat mencatat lima kasus. Lalu Banten, Sumatra Barat, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara, masing-masing satu kasus. Virus hanta merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari tikus atau celurut kepada manusia.
Kemenkes mengungkap sejumlah faktor risiko penularan hantavirus. Risiko tinggi ditemukan pada pekerjaan yang berkaitan dengan kontak dengan tikus, seperti petugas kebersihan, petani, pekerja konstruksi, pengendali hama, pembersih selokan, hingga pekerja laboratorium yang menangani reservoir.
Selain itu, aktivitas di area berisiko seperti gudang lama, area terbengkalai, dan ruang bawah tanah juga disebut dapat meningkatkan potensi paparan virus. Wilayah dengan populasi tikus tinggi dan curah hujan tinggi turut menjadi faktor risiko penyebaran penyakit ini.
“Faktor risiko selanjutnya adalah kontak dengan sumber infeksi saat melakukan aktivitas hobi maupun wisata, seperti mendaki gunung dan berkemah,” demikian kata Kemenkes.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau tetap menjalankan protokol kesehatan dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer serta menerapkan etika batuk dan bersin. Masyarakat juga diminta menghindari kontak langsung dengan rodensia atau ekskresi dan sekresinya, menjaga kebersihan tempat tinggal dan tempat kerja, serta menyimpan makanan dan minuman dalam wadah tertutup untuk mencegah kontaminasi tikus.
Selain itu, warga diminta menutup seluruh lubang di dalam maupun luar rumah guna mencegah rodensia masuk ke area hunian. Kemenkes mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala penyakit virus hanta seperti demam, sakit kepala, nyeri badan, malaise, batuk, dan sesak napas.
Di Indonesia, sudah sejak 1980-an virus ini terdeteksi. Terutama di pelabuhan di beberapa kota di Indonesia. Di antaranya adalah Cilacap, Makassar, Batam, Semarang, dan Jakarta. Namun, karena sebelumnya hanya ditemukan di pelabuhan yang relatif tak ditinggali manusia, keberadaan virus ini belum dikhawatirkan.
Tapi penemuan terbaru menunjukkan, tikus-tikus dengan virus ini juga sudah mulai memasuki permukiman. Salah satu varian Hantavirus, virus Seoul, terbukti sudah menjangkiti tikus-tikus di Kepulauan Seribu.
Walau belum ada laporan pasti tentang penularan kepada manusia, ada kekhawatiran virus ini berperan dalam wabah demam berdarah yang melanda beberapa pulau di sana pada Juli 2009.


















































































































Komentar Terbaru