BANDA ACEH – Di tengah ramainya perdebatan Politik yang melibatkan nama Dino Patti Djalal, perhatian publik justru berbelok ke sebuah kisah lama yang sarat inspirasi. Bukan soal diplomasi atau kritik terhadap pemerintah, melainkan cerita sederhana tentang perjuangan seorang anak kampung yang kelak menjadi salah satu diplomat paling berpengaruh dalam sejarah bangsa Indonesia.
Sosok itu adalah Hasjim Djalal, ayahanda Dino Patti Djalal.
Video yang memuat kisah tersebut kembali beredar luas di media sosial beberapa hari terakhir.
Banyak warganet yang terenyuh setelah mendengar langsung bagaimana perjalanan hidup Hasjim Djalal yang diceritakan langsung oleh putranya itu.
Momentum viralnya video itu terjadi setelah Dino menyampaikan pandangannya mengenai frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut memancing respons dari sejumlah tokoh politik.
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya bahkan sempat mengungkit masa jabatan Dino saat berada di pemerintahan sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.
Sementara Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman menilai kritik yang disampaikan Dino sebagai bentuk serangan membabi buta.
Namun di luar polemik tersebut, kisah tentang Hasjim Djalal justru berhasil menyentuh sisi emosional banyak orang.
Anak Kampung dari Bukittinggi
Dalam video yang diunggah oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino mengenang masa kecil ayahnya yang jauh dari kata mewah.
Hasjim Djalal lahir dan tumbuh di lingkungan sederhana di Bukittinggi, Sumatra Barat.
Tidak ada latar belakang keluarga elite maupun privilege yang membuka jalan mudah menuju kesuksesan.
Kesempatan pendidikan menjadi titik balik yang mengubah arah hidupnya.
Dengan tekad kuat dan kemampuan akademik yang menonjol, Hasjim berhasil melanjutkan pendidikan hingga ke Amerika Serikat (AS), sesuatu yang pada masa itu merupakan peluang langka bagi anak muda Indonesia.
Taklukkan Kampus Amerika dalam Waktu Singkat
Perjalanan akademik Hasjim Djalal di Negeri Paman Sam menjadi bagian yang paling banyak menyita perhatian publik.
Menurut Dino, ayahnya menempuh pendidikan di University of Virginia dan mencatat prestasi yang tidak biasa.
Dalam waktu relatif singkat, Hasjim mampu menyelesaikan program magister hanya dalam dua tahun.
“Karena cerdas masuk di Akademis Dinas Luar Negeri di Jakarta. Dan kemudian dapat beasiswa ke University of Virginia. Bahasa Inggris masih sangat minim, tapi dalam dua tahun dia melarai gelar master, dan dalam satu tahun dapat gelar PhD,” ungkap Dino, dikutip pada Jumat, 5 Juni 2026.

















































































































Komentar Terbaru