UPDATE

NASIONAL

Kapolri Blak-blakan Banyak Pejabat yang WA Minta Loloskan Anak Mereka Masuk Akpol

– Penghapusan Jalur: Komisi Percepatan Reformasi Polri memastikan bahwa rekrutmen Polri harus bebas dari titipan dari pihak manapun, dan kebijakan kuota khusus berbayar tersebut telah resmi dihapuskan untuk menciptakan seleksi yang adil.

Kapolri Angkat Bicara: Masih Banyak Pejabat Nitip Anak via WA untuk Masuk Akpol

Kini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri saat ini berkomitmen menjalankan rekrutmen secara bersih dan transparan sehingga tidak ada lagi jalur khusus bagi anak pejabat maupun tokoh tertentu.

Bahkan, Sigit mengaku kerap menegur Asisten SDM Kapolri Irjen Anwar terkait masih adanya pihak yang meminta bantuan kepadanya.

“Pak Anwar ini selalu saya marahi, ‘kok selalu masih ada yang WA saya minta supaya anaknya bisa diloloskan di tahap berikutnya sementara Pak Anwar sudah mengumumkan’,” ujar Sigit saat menjadi keynote speaker dalam Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Kompolnas di Jakarta Utara, Rabu (10/6/2026).

Menurut Sigit, setelah hasil seleksi diumumkan tidak ada lagi perubahan yang bisa dilakukan.

Karena itu, ia meminta maaf kepada pihak-pihak yang berharap mendapat bantuan untuk meloloskan putra-putrinya ke Akpol.

“Saya mohon maaf kepada rekan-rekan di sini, mohon maaf barangkali ada yang putra-putranya masuk Akpol, kami tidak bisa berbuat banyak untuk membantu karena memang sudah menjadi komitmen kita saat itu untuk tidak ada lagi kuota khusus dari Kapolri,”ujarnya.

Jenderal Sigit mengungkapkan permintaan titipan tidak hanya datang dari pejabat aktif, tetapi juga dari sejumlah mantan pimpinan Polri.

Meski demikian, seluruh permintaan tersebut tidak dapat diakomodasi. 

“Saya lihat banyak sekali putra atau pun titipan dari pejabat-pejabat termasuk mantan-mantan pimpinan Polri, kali ini kami tidak bisa membantu,” ujarnya dengan memohon.

Sigit menjelaskan sikap tersebut merupakan bagian dari upaya pembenahan institusi Polri, sekaligus menjaga komitmen reformasi yang sedang dijalankan.

Ia menilai memberikan bantuan kepada satu peserta berpotensi menimbulkan persoalan yang lebih besar.

“Risikonya ya kita lebih baik dimarahi tapi mudah-mudahan ini yang kita lakukan bukan karena kita tidak ingin bantu, tapi ini bagian dari upaya kita untuk ingin menunjukkan bahwa institusi Polri saat ini sedang berbenah untuk menjadi lebih baik ke depannya,” kata Sigit.

Sigit juga menyoroti peran Kompolnas dalam mengawasi berbagai proses di lingkungan Polri, termasuk pengawasan terhadap rekrutmen anggota Polri dan seleksi Akpol.

Menurutnya, keterlibatan Kompolnas menjadi bagian dari upaya memastikan proses berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.