Dengan kata lain, perjalanan ke luar negeri di kawasan Asia Tenggara berpotensi lebih menarik dari sisi harga, sementara penerbangan domestik di beberapa negara bisa terasa lebih mahal atau memiliki pilihan kursi yang lebih terbatas.
Daftar Isi
Saat ini, penerbangan internasional mencakup sekitar 56% dari total pasar Asia Tenggara, sementara penerbangan domestik mencakup 44%. Komposisi ini menunjukkan bahwa pasar kawasan semakin bergerak ke arah penerbangan lintas negara.
Setiap negara punya cerita harga yang berbeda
Angka regional hanya memberikan gambaran besar. Untuk memahami peluang harga yang lebih nyata, calon penumpang perlu melihat kondisi di masing-masing negara. Beberapa pasar utama di Asia Tenggara menunjukkan pola yang cukup berbeda.
Indonesia: pasar besar dengan persaingan yang tetap ketat
Indonesia masih menjadi pasar penerbangan terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas sekitar 10,3 juta kursi. Secara nasional, angkanya relatif stabil, hanya turun sekitar 0,9%. Kapasitas domestik juga turun tipis sekitar 0,8%.Namun, stabil bukan berarti pasar tidak bergerak. Di balik angka nasional yang terlihat tenang, terjadi perubahan menarik di tingkat maskapai. Lion Air memangkas kapasitas cukup besar, sementara Citilink justru melakukan ekspansi. Artinya, sebagian kursi tidak benar-benar hilang dari pasar, melainkan berpindah dari satu maskapai ke maskapai lain.
Bagi penumpang, kondisi ini bisa menciptakan peluang. Di rute-rute yang sama-sama dilayani oleh beberapa maskapai besar, persaingan harga biasanya tetap terasa. Karena itu, pasar Indonesia tidak bisa langsung dibaca sebagai pasar yang mahal. Secara umum, harga berpotensi stabil, dengan peluang promo di rute-rute yang kompetitif.
Thailand: pertumbuhan stabil yang menguntungkan penumpang
Thailand mencatat kapasitas 7,9 juta kursi, naik 4,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Tambahan kursi ini memberi ruang lebih besar bagi persaingan harga.Ketika lebih banyak kursi tersedia, maskapai perlu menjaga daya tarik harga agar kursi tetap terisi. Karena itu, Thailand menjadi salah satu pasar besar di Asia Tenggara yang cukup menarik untuk diperhatikan oleh calon penumpang pada 2026.
Filipina: pertumbuhan paling kuat di kawasan
Filipina mencatat pertumbuhan yang sangat menonjol. Kapasitasnya naik 13,4%, dengan tambahan sekitar 687.000 kursi. Pasar domestiknya bahkan tumbuh lebih cepat, mencapai 15,9%.Kenaikan sebesar ini menunjukkan bahwa pasokan kursi sedang bertambah kuat. Dalam kondisi seperti ini, maskapai biasanya perlu bersaing lebih aktif untuk menarik penumpang. Dampaknya, harga dapat menjadi lebih kompetitif atau setidaknya lebih terkendali.


















































































































Komentar Terbaru