Manila juga menjadi salah satu bandara besar dengan pertumbuhan tercepat di kawasan, naik 9,3% menjadi 2,9 juta kursi. Bagi penumpang yang berencana terbang ke Filipina atau bepergian di dalam negeri tersebut, kondisi pasokan saat ini relatif menguntungkan.
Vietnam dan Malaysia: kapasitas mulai dipangkas
Vietnam dan Malaysia menjadi dua pasar yang perlu dicermati lebih hati-hati. Vietnam memangkas kapasitas 5,3%, sementara Malaysia turun 2,4%. Keduanya mengalami penurunan setelah sebelumnya sempat mencatat pertumbuhan kuat.Ketika kursi dikurangi, pilihan penerbangan bisa menjadi lebih terbatas. Jika permintaan tetap tinggi, harga berpotensi naik. Namun, jika pengurangan kapasitas terjadi karena permintaan melemah, kenaikan harga belum tentu sebesar yang terlihat dari angka kapasitas.
Meski begitu, bagi calon penumpang, kondisi ini tetap menjadi sinyal untuk tidak menunda pemesanan terlalu lama. Vietnam khususnya mencatat pemangkasan kapasitas domestik yang cukup tajam, sehingga rute-rute domestik di negara tersebut perlu dipantau lebih awal.
Secara umum, Thailand dan Filipina sedang berada dalam posisi yang lebih menguntungkan bagi penumpang karena kapasitasnya bertambah. Indonesia relatif stabil, tetapi persaingan di beberapa rute tetap menarik. Sementara itu, Vietnam dan Malaysia menunjukkan tanda-tanda kapasitas yang lebih ketat.
Mengapa maskapai menambah atau mengurangi kursi?
Perubahan jumlah kursi tidak terjadi secara acak. Maskapai menyesuaikan kapasitas berdasarkan permintaan, biaya operasional, ketersediaan pesawat, strategi bisnis, dan kondisi pasar di masing-masing rute.AirAsia tetap menjadi maskapai terbesar di Asia Tenggara dengan 2,8 juta kursi. Namun, pertumbuhannya hampir tidak bergerak, turun tipis 0,1%. OAG mencatat beberapa faktor yang memengaruhi kondisi ini, termasuk penataan bisnis, permintaan yang melemah di sebagian pasar, serta tantangan industri seperti keterbatasan pesawat dan antrean perawatan armada.
Ketika pemain sebesar AirAsia tidak banyak menambah kapasitas, tekanan yang biasanya mendorong harga menjadi lebih kompetitif juga ikut berkurang di sejumlah rute.
Sebaliknya, beberapa maskapai justru tumbuh agresif. Citilink mencatat kenaikan kapasitas 24,1%, sementara Cebu Pacific naik 19,6%. Pertumbuhan Cebu Pacific menjadi salah satu alasan utama mengapa kapasitas di Filipina meningkat tajam.
Di sisi lain, Vietjet memangkas kapasitas 32,6%, atau lebih dari 800.000 kursi. Lion Air juga memangkas sekitar 23,8%, setara dengan kurang lebih 600.000 kursi.


















































































































Komentar Terbaru