BANDA ACEH – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh terus memperkuat budaya integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih melalui Penandatanganan Pakta Integritas Kebijakan Anti Penyuapan di Aula BBPOM Aceh, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, dan dihadiri seluruh pegawai BBPOM Aceh, Dharma Wanita Persatuan BBPOM Aceh, para purnabakti BBPOM Aceh, serta perwakilan lintas sektor dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun budaya kerja yang profesional, transparan, dan bebas dari praktik penyuapan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan inovasi Briefing, Arahan, dan Giat Kerja (BAHAGIA) yang kali ini mengangkat tema “Loyal/Pengabdian”. Dalam arahannya, Riyanto menegaskan bahwa loyalitas merupakan bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara yang diwujudkan melalui kesetiaan terhadap tujuan organisasi, kepatuhan pada aturan, serta komitmen memberikan kontribusi terbaik dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Loyalitas bukan sekadar kesetiaan kepada pimpinan atau organisasi, tetapi kesetiaan terhadap amanah yang dipercayakan kepada kita. Ketika setiap insan BPOM menempatkan kepentingan masyarakat dan negara di atas kepentingan pribadi, menjaga nama baik organisasi, serta memberikan kontribusi terbaik dalam setiap tugas, saat itulah kita sedang membangun birokrasi yang kuat, profesional, dan dipercaya publik,” ujar Riyanto.
Melalui inovasi BAHAGIA, seluruh pegawai kembali diingatkan untuk mengimplementasikan nilai-nilai loyalitas melalui kepatuhan terhadap organisasi, menjaga nama baik instansi, memberikan dedikasi penuh dalam mencapai visi dan misi organisasi, serta membangun kemitraan yang solid sebagai fondasi terciptanya lingkungan kerja yang berintegritas dan berkinerja tinggi.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan inovasi Monitoring, Evaluasi Rencana Kerja dan Target Prioritas (MEJA) BBPOM Aceh untuk periode Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya organisasi memastikan seluruh program prioritas berjalan sesuai target sekaligus melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap capaian kinerja sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Sebagai bentuk penguatan integritas dari sisi spiritual, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengajian rutin bertema “Menjaga Amanah Pengawasan dengan Akhlak Mulia: Implementasi Nilai BerAKHLAK dalam Perspektif Islam.”














































































































