UPDATE

NASIONAL

Beredar Foto Gerombolan Remaja Disebut Pembunuh Satpam di Waduk Jatiluhur, Ini Faktanya

“Yang dipanggil (sama almarhum) siapa?” tanya Dedi.

“Yang dianggap anggota GBR atau anggota RPM. Dia menanyakan ‘ini siapa yang coret-coret ini?’. Dia (anak-anak yang dipanggil) enggak ngaku. (Lalu almarhum bilang) ‘tolong lah kalau ada yang merasa mencoret ini dihapus aja,” pungkas kades.

Atas dasar fakta ini, kepala desa menegaskan bahwa informasi yang mengaitkan gerombolan bocah RPM dengan kematian Sumarna belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Belum tentu mengarah ke situ. Karena kan hanya menanyakan dan tidak berkonflik. Karena di media sosial dibuat seperti itu ceritanya, tapi tidak ke sana,” kata Dedi Mulyadi.

Status WhatsApp Sumarna Juga Dibantah

Selain isu mengenai foto gerombolan remaja, beredar pula status WhatsApp yang disebut merupakan unggahan terakhir Sumarna sebelum ditemukan meninggal dunia.

Status itu kini  dikaitkan dengan keluhan mengenai aksi vandalisme di kawasan Waduk Jatiluhur. 

Namun, kepala desa memastikan bahwa video yang beredar dan diklaim sebagai status WhatsApp terakhir Sumarna tidak benar.

“Kan kalau pun ada yang cerita ‘disediakan tempat nongkrong malah dicoret-coret’. Itu bukan suara almarhum,” pungkas kades.

Polisi Bantah Pelaku Sudah Ditangkap

Sementara itu, kabar lain yang beredar di media sosial menyebut bahwa pihak kepolisian telah menangkap pelaku pembunuhan Sumarna. Informasi ini kembali dibantah oleh polisi.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara mengatakan bahwa hingga Senin (27/7/2026), belum ada satu pun orang yang ditetapkan sebagai tersangka ataupun ditangkap terkait kasus kematian Sumarna.

Dengan demikian, informasi mengenai penangkapan terduga pelaku yang beredar luas di media sosial dipastikan tidak benar atau hoaks.

“Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Informasi yang beredar di media sosial itu tidak benar, belum ada yang kami amankan,” ungkap AKP I Made Purwantara dikutip dari Kompas.com.

Hingga tiga hari setelah jasad Sumarna ditemukan, penyidik Satreskrim Polres Purwakarta telah memeriksa 15 orang saksi.

Para saksi tersebut berasal dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, rekan terdekat, sesama petugas Perum Jasa Tirta II (PJT II), hingga orang-orang yang berada di sekitar lokasi penemuan jenazah.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 15 saksi. Saksi terdiri dari rekan terdekat, keluarga, rekan kerja sesama petugas PJT II, serta orang-orang yang berada di sekitar lokasi kejadian,” kata AKP I Made Purwantara.

Dengan demikian, foto gerombolan remaja yang beredar dan dikaitkan sebagai pembunuh Sumarna belum dapat dipastikan kebenarannya. 

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.