BANDA ACEH – Pengadaan LED yang disebut dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan nilai mencapai Rp535,3 miliar kembali menjadi sorotan publik.Isu tersebut ramai setelah beredar unggahan di media sosial yang mencantumkan sejumlah paket pengadaan LED BGN Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan informasi yang dikutip Arah Pena dari unggahan akun @perspektiv.idn, total nilai paket tersebut disebut mencapai Rp535.376.394.380.
Dalam unggahan itu, nilai pengadaan LED kemudian dibandingkan dengan angka sekitar Rp480 miliar untuk satu unit pesawat pemadam kebakaran.
Perbandingan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai prioritas penggunaan anggaran negara, terutama ketika persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah.
Namun, perlu digarisbawahi bahwa angka Rp535,3 miliar tersebut berasal dari informasi pengadaan yang beredar dan diberitakan media, sehingga belum tepat jika langsung disimpulkan sebagai bukti pemborosan ataupun penyimpangan.
Sembilan Penyedia Disebut Terlibat
Dalam informasi yang beredar, pengadaan LED tersebut disebut terbagi ke sejumlah penyedia.
Tiga Bersaudara Nusantara disebut memperoleh paket sekitar Rp73,9 miliar, Nusa Persada Khatulistiwa sekitar Rp73,8 miliar, dan Makmur Sumber Redjeki sekitar Rp73,9 miliar.
Kemudian terdapat Rthree Global Persada dengan nilai sekitar Rp73,7 miliar, Maju Negeri Perkasa sekitar Rp73,6 miliar, serta Intan Paulima sekitar Rp73,6 miliar.
Dua penyedia lainnya yang tercantum adalah Gema Patriot Nusantara sekitar Rp46,3 miliar dan Karya Pendidikan Bangsa sekitar Rp46,2 miliar.
Sementara Point Pass Solusi disebut memperoleh paket senilai sekitar Rp276 juta.
Jika seluruh nilai yang tercantum dalam unggahan tersebut dijumlahkan, totalnya berada di kisaran Rp535,3 miliar.
Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah apa kebutuhan sebenarnya dari pengadaan tersebut.
Sebab, tanpa mengetahui jumlah LED, spesifikasi, harga satuan, lokasi pemasangan, serta tujuan penggunaannya, angka total Rp535,3 miliar belum dapat digunakan untuk menyimpulkan apakah pengadaan tersebut mahal atau tidak.
Muncul di Tengah Sorotan Pengadaan BGN
Isu LED ini juga muncul setelah BGN sebelumnya menghadapi sorotan terkait sejumlah pengadaan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu yang paling banyak diberitakan adalah pengadaan motor listrik.
BGN menjelaskan bahwa pengadaan tersebut sebenarnya sudah direncanakan dalam anggaran 2025 untuk mendukung operasional MBG, khususnya mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

































































































Komentar Terbaru