UPDATE

NASIONAL

Jokowi Turun Gunung, PSI Tak Kunjung Terbang

BANDA ACEH  — Berbagai manuver Politik Joko Widodo belakangan ini belum menunjukkan dampak elektoral yang signifikan bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Safari politik, pertemuan dengan sejumlah tokoh hingga munculnya wacana percepatan Pemilu 2029 justru belum mampu mengerek tingkat keterpilihan PSI secara meyakinkan.

Teranyar, video pertemuan Jokowi dengan sejumlah tokoh agama dan para “Gus” di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, beredar di media sosial pada Kamis (10/9/2026).

Dalam rekaman tersebut, terlihat suasana pertemuan berlangsung akrab. Setelah doa bersama dan bersalaman, tampak Jokowi membagikan bingkisan berupa amplop putih kepada sejumlah tamu.

Momen tersebut kemudian menjadi bagian dari sorotan publik terhadap aktivitas politik Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Sebelumnya, kunjungan sejumlah kepala desa ke kediaman Jokowi di Solo juga memunculkan berbagai spekulasi politik. Bahkan, pertemuan tersebut dikaitkan dengan isu politik yang lebih besar, meski sebagian tudingan yang beredar tidak didukung bukti dalam sumber tersebut.

Dinamika politik semakin menarik setelah Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menyinggung kemungkinan Pemilu 2029 berlangsung lebih cepat.

Budi Arie mengaku sempat menyampaikan pembicaraan tersebut kepada Jokowi.

“Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, ‘Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?’ Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?” ujar Budi Arie.

Pernyataan itu kemudian menuai perhatian karena muncul ketika suhu politik menuju Pemilu 2029 mulai menghangat.

Budi Arie bahkan membandingkan situasi saat ini dengan periode transisi 1997-1999.

“Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun 97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya 99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy,” katanya.

Pakar hukum tata negara Mahfud MD menilai pernyataan mengenai percepatan pemilu dapat dibaca sebagai bagian dari strategi politik.

Menurut Mahfud, meski Budi Arie menjadi sasaran kritik, situasi tersebut tetap berpotensi menguntungkan Jokowi secara politik.

“Secara politik, ini menguntungkan Pak Jokowi. Meskipun Budi Arie disalahkan, itu tetap aja Pak Jokowi yang diuntungkan,” ujar Mahfud melalui kanal YouTube resminya.

Mahfud bahkan menduga polemik tersebut dapat membuat perhatian publik tertuju kepada Jokowi dan PSI.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.