Menurut kesaksian Hayoun, pilot yang diduga menyerang rekannya berada dalam posisi yang memungkinkan dirinya mengakses kendali pesawat.
Hayoun kemudian masuk ke kokpit dan berusaha menjauhkan pilot tersebut dari panel kendali.
Ia bersama orang lain membantu mengamankan pelaku sebelum awak pesawat mengambil alih kendali penerbangan.
“Saya berteriak kepada mereka untuk lari dan mengambil kendali pesawat,” demikian kesaksian yang disampaikan terkait situasi tersebut.
Dalam laporan Reuters, Hayoun juga menceritakan bahwa dirinya berusaha menahan penyerang dan menariknya menjauh dari panel kendali.
Pada saat yang sama, pesawat sempat mengalami penurunan ketinggian yang sangat cepat.
Laporan menyebut ketinggian pesawat turun sekitar 16.000 hingga 17.000 kaki hanya dalam waktu sekitar dua menit.
Kondisi tersebut membuat penumpang panik karena pesawat seperti kehilangan kendali.
Setelah situasi di dalam kokpit mulai diamankan, awak pesawat berupaya mengembalikan kendali penerbangan.
Pesawat sempat berbelok memasuki wilayah udara Yordania sebelum kembali mengarah ke Arab Saudi.
Sekitar pukul 05.44 GMT, pengendali lalu lintas udara di Tabuk menerima permintaan dari FZ1073 untuk melakukan pendaratan darurat.
Kode transponder kemudian kembali ke 7700 yang menunjukkan keadaan darurat.
Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Prince Sultan bin Abdulaziz di Tabuk sekitar pukul 06.45 GMT atau sekitar 09.45 waktu setempat.
Setelah pesawat berhenti, kedua pilot yang terluka dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Seluruh penumpang dilaporkan selamat.
Insiden tersebut sebelumnya juga memicu respons keamanan Israel.
Kemunculan kode 7500 membuat otoritas Israel mengantisipasi kemungkinan ancaman terhadap pesawat yang membawa banyak warga negaranya. Jet tempur Israel dilaporkan dikerahkan sebagai langkah antisipasi.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kemudian memuji tindakan penumpang dan awak pesawat yang berusaha mengamankan kokpit.
Menurut Netanyahu, keberanian mereka membantu mencegah kemungkinan terjadinya bencana yang lebih besar.
“Saya ingin berterima kasih kepada para penumpang dan awak yang menunjukkan keberanian luar biasa,” kata Netanyahu.
Setelah para penumpang kembali ke Israel, Netanyahu juga bertemu dengan Yaniv Hayoun dan menyebutnya sebagai pahlawan atas tindakannya dalam situasi tersebut.
Meski kronologi di dalam pesawat mulai terungkap melalui kesaksian penumpang dan keterangan pejabat, motif serangan terhadap pilot masih belum diketahui secara pasti.
Netanyahu menyebut insiden tersebut sebagai dugaan upaya untuk menjatuhkan pesawat. Sejumlah pejabat Israel juga menyelidikinya sebagai kemungkinan serangan teror.































































































Beri Komentar