BANDA ACEH – — Jeritan penumpang pecah di dalam kabin Flydubai FZ1073 ketika pesawat tiba-tiba mengalami penurunan ketinggian secara drastis dalam penerbangan dari Dubai menuju Tel Aviv, Rabu (30/9/2026).
Situasi yang awalnya berlangsung normal berubah menjadi kepanikan ketika pesawat Boeing 737 itu dilaporkan turun sekitar 16.000 hingga 17.000 kaki hanya dalam waktu sekitar dua menit.
Pesawat kemudian mengirimkan kode darurat yang mengindikasikan adanya keadaan serius hingga sempat memunculkan dugaan pembajakan.
Dalam kondisi tersebut, sejumlah penumpang dilaporkan menerobos masuk ke kokpit untuk membantu mengamankan situasi dan memastikan pesawat tetap dapat dikendalikan.
Rangkaian kejadian itu akhirnya berujung pada pendaratan darurat di Bandara Prince Sultan bin Abdulaziz, Tabuk, Arab Saudi.
Pesawat Flydubai FZ1073 diketahui berangkat dari Bandara Internasional Dubai sekitar pukul 03.05 GMT atau sekitar 07.05 waktu setempat.
Pesawat kemudian menanjak menuju ketinggian jelajah sekitar 34.000 kaki.
Selama penerbangan, situasi awalnya berjalan normal. Namun, sekitar dua jam setelah lepas landas, data pelacakan menunjukkan adanya perubahan ketinggian yang tidak biasa.
Sekitar pukul 05.21 GMT, pesawat mengalami penurunan ketinggian tajam. Pesawat sempat kembali menanjak sebelum kembali mengalami penurunan drastis.
Beberapa menit kemudian, situasi semakin serius.
Pada sekitar pukul 05.28 GMT, transponder pesawat mengirimkan kode 7700. Dalam penerbangan sipil, kode tersebut merupakan sinyal keadaan darurat umum.
Enam menit berselang, sekitar pukul 05.35 GMT, kode transponder berubah menjadi 7500.
Kode 7500 merupakan kode internasional yang digunakan untuk menunjukkan adanya intervensi melawan hukum terhadap sebuah pesawat, termasuk dugaan pembajakan.
Perubahan kode tersebut langsung memicu respons keamanan karena pesawat diketahui membawa banyak warga negara Israel.
Di tengah situasi tersebut, informasi mengenai apa yang terjadi di dalam kokpit mulai terungkap.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan salah seorang pilot menyerang dan menikam pilot lainnya.
Pilot yang terluka kemudian disebut masih berusaha membuka akses menuju kokpit sehingga awak kabin dan penumpang dapat masuk untuk membantu mengendalikan keadaan.
Seorang penumpang bernama Yaniv Hayoun mengatakan dirinya bersama penumpang lain menyadari adanya masalah di bagian depan pesawat.
Mereka kemudian bergerak menuju kokpit.
Ketika pintu kokpit terbuka, mereka melihat salah seorang pilot terluka, sementara pilot lainnya berada di sekitar panel kendali.































































































Beri Komentar