UPDATE

EDUKASI
EDUKASI

FEBI UIN Ar-Raniry Dorong Dosen Integrasikan AI dan Gamifikasi dalam Perkuliahan

BANDA ACEH – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh mendorong para dosen untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital melalui penerapan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Workshop Metode Pembelajaran Inovatif bertema “Mengajar Lebih Hidup: AI, Gamifikasi, dan Teknologi untuk Pembelajaran Ekonomi dan Bisnis Islam” di Ruang Teater FEBI, Selasa (3/11/2026).

Dekan FEBI UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Azharsyah Ibrahim, S.E., Ak., M.S.O.M., saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan tinggi.

Karena itu, dosen dituntut tidak hanya menguasai materi perkuliahan, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini.

“Kita tidak cukup hanya menjadi dosen yang menguasai materi; kita juga harus menjadi pendidik yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna,” kata Azharsyah.

Menurutnya, tantangan dosen saat ini bukan sekadar menyampaikan materi, melainkan memastikan mahasiswa benar-benar memahami pengetahuan yang diberikan, terlibat aktif dalam proses pembelajaran, mampu berpikir kritis, serta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh.

Ia menilai, pemanfaatan AI dan gamifikasi dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Namun, penggunaan teknologi tersebut tidak boleh sekadar mengikuti tren, melainkan harus diarahkan untuk memperkuat efektivitas proses belajar-mengajar.

“Teknologi harus menjadi alat yang membantu dosen mengajar lebih efektif dan mahasiswa belajar lebih baik, tanpa mengabaikan etika akademik, validitas informasi, serta nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Azharsyah juga menekankan bahwa mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Islam perlu dibekali kemampuan yang lebih luas, tidak hanya penguasaan teori, tetapi juga kemampuan analitis, kreativitas, kolaborasi, literasi digital, dan integritas yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Karena itu, ia berharap workshop tersebut tidak berhenti pada penambahan wawasan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui penerapan metode pembelajaran inovatif di ruang-ruang perkuliahan.

“Kita bisa mulai dari hal-hal sederhana, seperti merancang tugas yang lebih interaktif, menggunakan studi kasus yang relevan, memanfaatkan AI secara bertanggung jawab, serta membangun suasana kelas yang mendorong mahasiswa aktif berpikir dan berdiskusi,” tambahnya.

Workshop yang diikuti dosen FEBI tersebut menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang keahlian berbeda, yakni Mulkan Fadhli, M.T., dosen Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry, serta Jurnalis J Hius, S.T., M.B.A., praktisi teknologi informasi, akademisi, dan pakar strategi bisnis.

Dalam pemaparannya, Mulkan Fadhli membahas pemanfaatan AI dan teknologi dalam mendukung proses pembelajaran.

Penggunaan kecerdasan buatan dapat membantu dosen dalam menyusun materi ajar, mengembangkan konten pembelajaran, serta mendukung proses evaluasi mahasiswa.

Teknologi ini juga membuka peluang bagi dosen untuk menghadirkan materi yang lebih variatif dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan kebutuhan mahasiswa.

Sementara itu, Jurnalis J Hius mengulas penerapan gamifikasi dalam pembelajaran interaktif.

Pendekatan ini mengadopsi elemen-elemen permainan, seperti tantangan, pencapaian, kompetisi, dan penghargaan ke dalam aktivitas perkuliahan.

Menurutnya, gamifikasi dapat membuat proses pembelajaran lebih dinamis dan mendorong mahasiswa untuk terlibat secara aktif.

Dengan desain yang tepat, pendekatan tersebut tidak hanya menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, tetapi juga membantu meningkatkan motivasi dan pemahaman mahasiswa terhadap materi perkuliahan.

Melalui workshop ini, FEBI UIN Ar-Raniry berharap para dosen semakin terbuka terhadap berbagai pendekatan pedagogis baru dan mampu mengintegrasikan teknologi secara tepat dalam proses pembelajaran.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen fakultas untuk meningkatkan mutu akademik dan mempersiapkan lulusan yang adaptif, kompetitif, serta memiliki integritas dalam menghadapi tantangan transformasi digital.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.