UPDATE

NASIONAL

Duit Rp2 M dari Dirut KAI Bobby Diduga Mengalir dari Tersangka Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina

Dugaan pemberian uang itu disebut terjadi ketika pengadaan proyek digitalisasi SPBU berlangsung. Dalam proses lelang, Bobby dikabarkan sempat membawa calon vendor untuk ikut serta dalam pengadaan.

KPK juga mendalami dugaan keterlibatan Bobby dalam rangkaian pertemuan sebelum proyek digitalisasi SPBU bernilai triliunan rupiah tersebut dilaksanakan. Penyidik menelusuri sejauh mana pengetahuan Bobby terhadap proyek serta keterkaitannya dengan pihak-pihak yang terlibat dalam pengadaan.

Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik, sebelumnya menyebut Bobby telah mengetahui proyek digitalisasi SPBU sejak awal. Proyek tersebut digagas BP Migas dan Pertamina untuk memantau stok BBM di SPBU secara real-time sekaligus mengawasi penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran.

“Dia (Bobby Rasyidin) mengetahui awal mulanya proyek digitalisasi SPBU ini. (Proyek digitalisasi SPBU) ini digagas BP Migas dan Pertamina, untuk pemantauan stok BBM di SPBU secara real-time dan mengawasi penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran, di situ BR,” ungkap Achmad Taufik beberapa waktu lalu.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Dian Rachmawan selaku Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom periode 2017–2019, Weriza selaku Senior General Manager Strategic Sourcing Operation Procurement PT Telkom periode 2012–2020, serta Elvizar selaku pemilik PT Pasifik Cipta Solusi sekaligus mantan pegawai PT Telkom.

Ketiganya telah ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Penyidikan juga menyasar sejumlah pejabat dan mantan petinggi perusahaan telekomunikasi, perusahaan pelat merah, serta pihak swasta. KPK telah memeriksa Dian Rachmawan, Weriza, Revi Guspa selaku GM Procurement PT Pins Indonesia periode 2017–2018, serta Imam Santoso selaku Direktur Operasi PT PINS Indonesia periode 2018–2020.

Bobby Rasyidin sendiri telah diperiksa KPK pada 28 Agustus 2025. Sebelum menduduki jabatan Dirut PT KAI, Bobby menjabat sebagai Direktur Utama PT Len Industri periode 2020–2025.

Bobby juga pernah menduduki sejumlah posisi di perusahaan lain, di antaranya Direktur Utama PT Teknologi Riset Global Investama, Komisaris Utama PT Len Telekomunikasi Indonesia, Komisaris Utama PT Indonesian Cloud, serta Komisaris Utama PT Akses Prima Indonesia.

Penyidik turut memeriksa sejumlah pihak dari PT Sempurna Global Pertama. Mereka antara lain Dwi Utomo Haryanto selaku Head of Business Strategic, Novi Verawati dan Eva Novrika selaku manajer keuangan, Hendriyanto selaku Direktur Utama, serta Liniaty July selaku Direktur Business Development.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.