Dalam pemeriksaan terhadap Liniaty July, KPK mendalami pembelian perangkat Automatic Tank Gauge (ATG) dalam proyek digitalisasi SPBU. Penyidik juga menelusuri dugaan bahwa PT Sempurna Global Pertama hanya menjadi perusahaan pendamping yang dipinjam namanya dalam pengadaan tersebut.
Selain itu, KPK pernah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Aya Natalia, pegawai PT Teknologi Riset Global Investama, serta Duma Saragih, sekretaris direktur perusahaan tersebut. Dalam pemeriksaan Aya Natalia, penyidik mendalami dugaan aliran dana yang berkaitan dengan perkara digitalisasi SPBU.
PT Teknologi Riset Global Investama merupakan perusahaan yang didirikan Sakti Wahyu Trenggono. Perusahaan tersebut bergerak di bidang telekomunikasi, teknologi, dan e-commerce.
Sebelum mengembangkan bisnisnya, Sakti Wahyu Trenggono merintis usaha melalui PT Solusindo Kreasi Pratama (SKP) dan membangun PT Tower Bersama Infrastruktur.
Sakti Wahyu Trenggono juga pernah diperiksa KPK sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa kerja sama antara PT Telkom dengan PT Telemedia Onyx Pratama (TOP) pada Juli 2024.
Saat itu, Trenggono diperiksa dalam kapasitasnya sebagai pemegang saham atau pengurus PT Teknologi Riset Global Investama. Perusahaan tersebut disebut memiliki kontrak kerja sama dengan PT Telkom.
Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mendalami dugaan aliran dana terkait pengadaan barang dan jasa. Seusai menjalani pemeriksaan, Trenggono membantah menerima aliran dana Rp10 miliar maupun transfer Rp400 juta setiap bulan dari luar negeri yang dikaitkan dengan pengadaan di PT Telkom
















































































































Komentar Terbaru