UPDATE

Salam.life
EDUKASI
EDUKASI

Diskusi Hari Kartini, Kemendikdasmen Gandeng Poros Pelajar Bahas Peran Perempuan dalam Pendidikan

BANDA ACEH – Kartini bukan sekadar nama yang setiap 21 April diperingati melalui beragam ekspresi berbusana adat Nusantara. Lebih dari itu, Kartini merupakan sumber energi bagi gerakan perempuan Indonesia dalam memperjuangkan pendidikan, keadilan, dan kesempatan.

Pandangan itu disampaikan Kepala Biro Umum Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Herdiana, saat membuka Diskusi Publik bertajuk Perempuan dan Pendidikan yang diselenggarakan Kemendikdasmen bersama Poros Pelajar dari perwakilan berbagai organisasi kesiswaan se-Indonesia di Tangerang Selatan, Selasa (21/1/2026).

Karena itu, lanjut Herdiana, memaknai Hari Kartini harus melihat energi, gerakan, dan gagasannya tentang pendidikan, keadilan, dan kesempatan yang sampai kapan pun tidak akan pernah selesai.

“Kalau hari ini kita masih berbicara tentang pendidikan, berbicara tentang keadilan, juga tentang kesempatan, itu artinya semangat Kartini masih sangat relevan sampai saat ini,” kata Herdiana dalam keterangan resmi yang diterima ORINEWS, Rabu (22/4).

Menurut Herdiana, ada tiga peran penting perempuan dalam pendidikan. Pertama, sebagai pendidik karakter, yang saat ini menjadi salah satu program prioritas di Kemendikdasmen. Seorang ibu menjadi tempat anak belajar pertama kali tentang akidah, akhlak, dan nilai-nilai kehidupan.

Kedua, lanjutnya, perempuan sebagai pilar generasi. Kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh pendidikan yang diberikan oleh perempuan. Ketiga, perempuan menjadi fondasi pendidikan. Ibu mendidik anak sejak lahir, bahkan sejak di dalam kandungan.

Tentang kesempatan pendidikan bagi perempuan, Ketua Tim Kerja Kemitraan Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal, Desi Elvera Dewi, menyampaikan ada peningkatan peran perempuan saat ini, termasuk juga partisipasi dalam pendidikan yang meningkat. Walaupun demikian, menurut Desi, masih terdapat catatan dalam partisipasi pasar kerja dan sosial-ekonomi.

“Meskipun partisipasi pendidikan perempuan tinggi, terdapat penurunan partisipasi dalam pasar kerja dan sektor sosial-ekonomi. Banyak perempuan yang telah menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi, namun tidak seluruhnya berlanjut ke dunia kerja,” tambah Desi.

Hadir dalam acara ini perwakilan dari Poros Pelajar, yaitu Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) Dany Rahmat Muharram, Ketua Bidang Organisasi Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) Muhammad Ghulam Dhofir, serta Ketua Bidang Pendidikan, Pemberdayaan, dan Pengembangan SDM Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU).

1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.