UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

Edy Mulyadi Soroti Pidato Jokowi di Bandung: PSI Pamer Otot, Ada Skenario Gibran Presiden 2029

BANDA ACEH – Wartawan senior Edy Mulyadi menyoroti pidato Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat menghadiri Rapat Koordinasi DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026). Menurut Edy, pernyataan Jokowi mengenai banyak pihak yang takut terhadap PSI tidak sekadar berkaitan dengan perkembangan partai, tetapi patut dibaca dalam konteks arah Politik keluarga Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka.Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan PSI merupakan partai baru, tetapi sudah membuat banyak pihak merasa takut.

“Meskipun PSI ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan. Wong (orang) sama partai baru aja kok takut,” ujar Jokowi.

Edy mempertanyakan makna pernyataan tersebut. Menurut dia, publik perlu melihat apakah ketakutan terhadap PSI benar-benar merupakan fenomena politik atau sekadar retorika untuk meningkatkan kepercayaan diri kader.

Soroti Ekspansi PSI

Edy mengakui PSI menunjukkan ekspansi struktur organisasi yang luas. Ia menyoroti pembentukan kepengurusan hingga tingkat kelurahan, penerbitan Kartu Tanda Anggota (KTA) dengan chip emas, serta safari politik yang terus dilakukan.

Menurut Edy, rangkaian aktivitas tersebut menunjukkan adanya dukungan logistik yang besar. Namun, ia menilai fenomena tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai sumber pembiayaan dan tujuan politik di balik ekspansi PSI.

Ia juga menyinggung konferensi pers pengalihan dukungan relawan Anies Baswedan menjadi relawan Gibran Joeara (GI Joe) pada Rabu (23/9/2026). Bagi Edy, perpindahan dukungan tersebut menggambarkan pragmatisme dalam politik.

Dari berbagai fenomena itu, Edy kemudian mengaitkannya dengan kemungkinan adanya agenda politik yang lebih besar.

“Jika ditarik benang merahnya, ada skenario besar di balik pamer otot ini. Publik tidak bodoh. Kerja politik yang mahal ini bukan cuma demi meloloskan PSI ke Senayan,” tulis Edy.

Ia menilai mesin politik PSI dan mobilisasi relawan dapat diarahkan untuk membangun kekuatan politik menuju Pilpres 2029 dan membuka jalan bagi Gibran Rakabuming Raka menuju kursi presiden.

“Ini adalah mesin pengumpul kekuatan untuk agenda yang lebih besar. Tujuannya, mengunci karpet merah menuju Istana untuk Gibran Rakabuming Raka,” katanya.

Edy Pertanyakan Sumber Logistik Politik

Edy selanjutnya mempertanyakan sumber pembiayaan ekspansi politik tersebut. Ia menyebut besarnya biaya membangun struktur organisasi sampai tingkat kelurahan membutuhkan sumber daya yang tidak kecil.

Dalam analisisnya, Edy mengaitkan hal tersebut dengan kemungkinan peran para bohir politik atau oligarki. Ia menduga kelompok pemodal tertentu berada di belakang dukungan logistik tersebut.

image_print
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.