UPDATE

NASIONAL

MUI DKI Luncurkan Mujahid Cyber untuk Memerangi Hoaks dan Para Buzzer

BANDA ACEH – Untuk melawan hoax dan buzzer yang kian masif saat ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta secara resmi meluncurkan Mujahid Cyber. Peluncuran ini dirangkaikan dengan Halal Bilhalal dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar di Harris Hotel, Senin (30/5).

“Mujahid Cyber tersebut telah dinantikan oleh sejumlah kalangan untuk memerangi hoaks dan para  buzzer,” ujar Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta KH Munahar Muchtar dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (31/5).

Kiai Munahar mengungkapkan, Mujahid Cyber telah dinantikan oleh sejumlah kalangan. Sebab, menurutnya, tempat para pejuang siber ini dapat menjadi andalan untuk memerangi hoaks dan menjadi barisan depan untuk melawan hoaks.

Sebenarnya, kata Kiai Munahar, ada sejumlah nama yang disarankan untuk pejuang siber MUI DKI Jakarta ini. Setelah menerima masukan dari beberapa tokoh nasional, terpilihlah nama Mujahid Cyber.  “Akhirnya diputuskan namanya Mujahid Cyber.” Ungkapnya.

Kiai Munahar menegaskan, Mujahid Cyber menjadi garda terdepan untuk melawan hoaks dana para buzzer yang marak saat ini.

Menurutnya, hingga saat ini, masih ada pihak lain termasuk buzzer bayaran yang tidak suka kepada MUI. “Biar saja mereka nyinyir sampai bibirnya dower, kita tetap jalan saja,” kata KH Munahar.

Kiai Munahar berterima kasih atas kinerja bidang Infokom MUI DKI yang dipimpin KH Faiz Rafdi sehingga terbentuk Mujahid Cyber. Ia berharap, Infokom dapat segera menggaungkan Mujahid Cyber ini.

Selain meluncurkan Mujahid Cyber, MUI DKI Jakarta juga meluncurkan air minum kemasan yang diberi nama Izzati-Q. “Air dalam kemasan botol ini berkhasiat untuk menyehatkan dan istimewanya sumber air ini telah dikhatamkan bacaan Alquran,” kata KH  Munahar.

Sementara itu, Ketua Bidang Infokom MUI DKI Jakarta KH Faiz Rafdi mengatakan, tugas pokok Mujahid Cyber  untuk mencerdaskan literasi digital umat, kemudian meluruskan informasi yang sesat dan menebarkan ajaran agama yang rahmatan lil ‘alamin (membawa rahmat bagi semesta alam).

“Mujahid Cyber ini berfungsi sebagai Khadilmul Ummat (pelayan ummat) dan Shadiqul Hukumah (mitra pemerintah) dalam informasi dan komunikasi,” ujar Kiai Faiz.

Muhajid Cyber ini juga, lanjutnya, sebagai penyeimbang dan penyedia Insan Beriman yang merupakan akronim dari Informasi Sehat, Aman, Bermutu dan Beriman.

Struktur Mujahid Cyber ini bakal terdiri dari Dewan Penasehat, Dewan Pembina dan Dewan Pengurus, yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara dan sejumlah divisi.

Sementara itu, Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi berharap Mujahid Army tidak digunakan untuk tujuan politik.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.